Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialGORONTALOPENDIDIKAN

UPT Kemendikbudristek di Gorontalo Gelar Semarak Bulan Merdeka Belajar

×

UPT Kemendikbudristek di Gorontalo Gelar Semarak Bulan Merdeka Belajar

Sebarkan artikel ini
Semarak Merdeka Belajar
Persiapan jalan sehat dalam menyemarakan bulan merdeka belajar yang digelar UPT Kemendikbudristek di Gorontalo. Foto/BPMP

Dulohupa.id – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2024, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan Kebudayaaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Provinsi Gorontalo menggelar Semarak Bulan Merdeka Belajar dan Gerakan Sekolah Sehat, Selasa (07/5/2024).

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman kantor Bahasa ini dilaksanakan UPT Kemendikbudristek dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo, Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Gorontalo, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, serta didukung pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Balai Pelestarian Kebudayaan Gorontalo.

Semarak bulan merdeka belajar ini juga diikuti berbagai peserta dari kalangan siswa, mahasiswa dan guru. Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti jalan sehat, gerakan semarak sekolah senam sehat, lomba permainan tradisional, lomba mewarnai dan pameran karya pendidikan.

Lomba permainan Tradisional yang diikuti para siswa dalam semarak bulan merdeka belajar. Foto/BPMP
Lomba mewarnai yang diikuti anak didik dari PAUD dan ataman kanak-kanak dalam semarak bulan merdeka belajar. Foto/BPMP
Suasana para siswa melihat salah satu stand pameran pada kegiatan semarak bulan merdeka belajar. Foto/BPMP

Kepala BPMP Provinsi Gorontalo, Rudi Sayifullah, S.S, M.M mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan pelaksanaan merdeka belajar bisa dirasakan di kalangan pendidikan. Menurut Rudi, banyak hal yang sudah dilaksanakan seperti program sekolah penggerak dan guru penggerak.

“Bagaimana sekolah-sekolah itu bisa bertransformasi yang kita harapkan. Merdeka belajar ini dilakukan untuk anak didik atapun murid di sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan ini tidak bisa dilihat secara instan yang harus punya waktu untuk mencapai masa depan. Adanya merdeka belajar ini untuk mempersiapkan para siswa menuju Indonesia emas. Saat ini model pembelajaran tidak lagi berdasarkan kurikulum tapi memperhatikan anak didik.

“Makanya ada Asesmen sebelum melaksanakan pembelajaran. Kita harus yakini bahwa kemampuan anak didik tidak sama, ada yang renda, sedang dan ada yang tinggi. Kita harus yakini mereka memiliki kemampuan yang berbeda dan itu dipetakan. Sehingga mereka belajar ini disesuaikan dengan keinginan mereka,” papar Rudi.

Merdeka belajar juga sangat diperlukan bagi penyandang disabilitas berdasarkan Permendikbud nomor 48 tahun 2023, dimana telah menginsyaratkan bahwa semua sekolah harus menerima anak didik meskipun penyandang disabilitas.

“Wajib hukumnya mereka menerima pembelajaran. Tidak boleh ada sekolah yang menolaknya. Sekarang ini satuan pendidikan wajib mempersiapkan prasarana bagi anak disabilitas. Semua anak mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Reporter: Enda