Dulohupa.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gorontalo buka suara soal pasien yang dirujuk ke rumah sakit tak pakai mobil ambulans yang terjadi di Puskesmas Sipatana.
Saat dikunjungi, Plt Sekretaris Dinkes Kota Gorontalo, Olan Jusuf kepada Dulohupa menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas meninggalnya Havid S Duto dan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Ia menerangkan soal kejadian itu, bahwa dimana si pengemudi ambulans saat kejadian sedang berada di kantor Dinkes Kota Gorontalo sejak siang mendampingi rekan bendahara untuk mengurus administrasi keuangan. Setelah dihubungi, si pengemudi kemudian beranjak kembali yang tak lain untuk merujuk pasien ke rumah sakit.
“Nah disitulah miskomunikasinya, ternyata waktu pulang, tidak ada sambungan teleponnya lagi, sehingga karena tidak ada, dia meninggalkan puskesmas lagi, liat ke puskes itu ternyata pasien tidak ada katanya, sehingga dia balik lagi, dan disitu ada miskomunikasinya,” ujar Olan kepada Dulohupa di ruangannya, Rabu (19/11/2025).
Lebih lanjut kata Olan, terkait kejadian ini telah menjadi atensi Dinkes Kota Gorontalo. Pada hari sebelumnya, pihaknya telah mengundang Kepala Puskesmas Sipatana dan pengemudi ambulans untuk diberikan teguran peringatan serta pembinaan.
“Sehubungan dengan kejadian ini, kami sudah lapor ke pak Kadis dan sementara dalam proses untuk penanganan tindakan selanjutnya,” terangnya.
Terkait layanan kesehatan ini, pihak Dinkes Kota Gorontalo dengan tegas melayangkan kepada seluruh unit puskesmas untuk meningkatkan pelayanan.
Selain itu, isu soal peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) dibayar dengan cukup rendahnya mutu pelayanan kesehatan di puskesmas, juga disorot Olan. Dijelaskannya, bahwa benar HKN dilingkungan Dinkes Kota Gorontalo sejumlah kegiatan digelar, diantaranya penilaian tenaga kesehatan, penilaian puskesmas pembantu dengan integrasi pelayanan primer serta lomba olahraga, yang mempertemukan 7 rumah sakit dan 10 puskesmas di wilayah Kota Gorontalo.
Menurut Olan, kegiatan-kegiatan ini tak lain sebagai ajang silaturahmi diantar sesama nakes. Dengan tegas kembali Olan mengungkapkan bahwa penyelenggaraan lomba olahraga dalam peringatan HKN ke-61 ini dilaksanakan diluar jam operasional.
Namun mengait kembali pada topik mobil operasional di setiap puskesmas, menurut Olan bahwa disetiap unit (puskesmas) ini di backup dengan mobil ambulans dan mobil puskesmas keliling. Tak hanya itu, di Dinkes Kota Gorontalo juga telah ada mobil Ambulans Gawat Darurat 199 atau Public Safety Center (PSC) yang melayani 1 x 24 jam dan dapat dihubungi di 0821-9413-1119.
Ditambahkan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Gorontalo, Kafrawiyanto Maku bahwa mobil ambulans gawat darurat 199 ini telah 3 tahun beroperasi. Menurutnya, waktu tempuh untuk sampai ke lokasi jika ada panggilan layanan dari masyarakat hanya 5 menit, sampai 20 menit untuk akses yang terjauh.
“Jadi ini sangat membantu. Ini gratis semua, jadi setiap ada kegiatan lintas sektor kami sampaikan kepada mereka bahwa kegawat daruratan kalau misal ada urgen langsung telepon, InsyaAllah kita respon, kita beri tindakan, setelah berikan tindakan kemudian kita lakukan rujukan ke rumah sakit,” bebernya.
Terakhir Kafrawiyanto juga menyampaikan bahwa petugas akan tetap standby 1 x 24 jam untuk melayani masyarakat Kota Gorontalo dalam situasi gawat darurat.
Reporter: Yayan











