Scroll Untuk Lanjut Membaca
KAB. GORONTALO

Didanai Amerika Serikat, KWT Iloponu Belajar Produksi Pupuk Organik

×

Didanai Amerika Serikat, KWT Iloponu Belajar Produksi Pupuk Organik

Sebarkan artikel ini
Pupuk Organik

Dulohupa.id – Upaya penguatan pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan perempuan tani terus dilakukan oleh Peneliti Agraria Gorontalo (spasial.go) di Kabupaten Gorontalo, kali ini didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat melalu program pengembangan alumni YSEALI Professional Fellowship Program.

Program ini membawa puluhan perempuan tani (Kelompok Wanita Tani/KWT) dari Desa lloponu untuk melakukan kunjungan studi dan pelatihan praktik produksi pupuk organik ke kelompok tani sukses di Kecamatan Bongomeme dan Kecamatan Limboto Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas perempuan dalam pertanian regeneratif, khususnya melalui produksi pupuk organik berbasis bahan lokal seperti kotoran ternak dan limbah pertanian.

Sebanyak 25 perempuan tani bersama beberapa aparat desa mengikuti rangkaian kunjungan dan pelatihan secara langsung.

Ketua Peneliti Agraria Gorontalo, Feikar Fathurrahman Mohamad, S.T., MSBEnv, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kondisi petani di Desa Iloponu yang masih sangat bergantung pada budidaya jagung di lahan miring dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap erosi, degradasi lahan, dan ketidakpastian iklim.

“Sebagian besar keluarga petani di lloponu hanya bergantung pada jagung sebagai sumber penghasilan utama. Sementara itu, biaya produksi pertanian terus meningkat dan kondisi lahan semakin terdegradasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan alternatif pertanian yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan tani,” ujar Feikar.

Awalnya, program ini hanya menargetkan kunjungan ke Kelompok Tani Mootilango, sebuah kelompok tani yang berhasil memproduksi dan menggunakan pupuk organik berbasis kotoran ternak untuk budidaya jagung mereka. Penggunaan pupuk organik tersebut terbukti membantu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kesuburan tanah.

Namun, melalui dukungan dan fasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, kegiatan berkembang lebih luas dengan melibatkan Kelompok Tani Lamuta. Kelompok ini dikenal sebagai satu-satunya produsen dekomposer pupuk organik di Provinsi Gorontalo dan telah menerapkan sistem pertanian padi organik sepenuhnya pada lebih dari 30 hektare lahan sawah.

Selama kunjungan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan pupuk organik menggunakan kotoran ayam dan larutan dekomposer Ma11. Para peserta juga belajar mengenai proses fermentasi, pengelolaan bahan organik, hingga peluang pengembangan usaha berbasis pupuk organik di tingkat desa.

Kegiatan ini turut melibatkan pemerintah desa, kelompok tani, dan tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun jaringan pembelajaran antar komunitas tani di Gorontalo.

Menurut salah satu peserta, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dan membuka wawasan perempuan tani mengenai pentingnya pertanian ramah lingkungan.

“Selama ini kami hanya tahu membeli pupuk kimia. Setelah melihat langsung praktik di lapangan, ternyata bahan-bahan di sekitar rumah juga bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk sendiri,” ungkap salah satu peserta perempuan tani dari Desa lloponu.

Selain pelatihan, peserta juga menerima bantuan alat produksi sederhana untuk mendukung praktik pembuatan pupuk organik setelah kembali ke rumah masing-masing.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan jaringan perempuan tani berbasis pertanian regeneratif di Gorontalo, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya biaya produksi pertanian.