Gorontalo – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) terus memperkuat akurasi data sosial melalui kegiatan optimalisasi pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang melibatkan operator SIKS-NG di 50 kelurahan, Kasie Kesra kecamatan, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kota Gorontalo.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan program bantuan sosial berjalan tepat sasaran, berbasis data yang valid, serta mampu menjawab kondisi riil masyarakat di lapangan.
DTSEN sendiri menjadi rujukan utama dalam berbagai kebijakan perlindungan sosial dan pengentasan kemiskinan di daerah.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki, menjelaskan bahwa pemutakhiran data merupakan fondasi utama dalam keberhasilan program sosial pemerintah.
“Optimalisasi pemutakhiran data tunggal sosial dan ekonomi nasional atau DTSEN menjadi langkah penting untuk memastikan penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kualitas data sangat bergantung pada kerja kolaboratif di lapangan.
“Peran operator SIKS-NG bersama pendamping PKH sangat menentukan dalam proses verifikasi dan validasi data, sehingga data yang dihasilkan akurat dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh program pengentasan kemiskinan harus berbasis DTSEN agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran.
Di tingkat daerah, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan transparan guna menghindari kesalahan dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh penguatan teknis, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai pentingnya integritas data dalam sistem kesejahteraan sosial.
Operator SIKS-NG dan pendamping PKH diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai garda terdepan dalam memastikan validitas data.
Berbagai program bantuan seperti usaha ekonomi produktif, beasiswa bagi masyarakat miskin, hingga rehabilitasi rumah layak huni dapat disalurkan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan berkeadilan sosial.











