Scroll Untuk Lanjut Membaca
KOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Wali Kota Gorontalo Larang Toko Bangunan Jual Ehabon ke Anak/Remaja

×

Wali Kota Gorontalo Larang Toko Bangunan Jual Ehabon ke Anak/Remaja

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Adhan
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Foto/Diskominfo

Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea melarang toko bangunan untuk menjual ehabon ke kalangan anak-anak. Ia pun akan segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh toko bangunan agar tidak menjual lem ehabon kepada anak-anak maupun remaja.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut permintaan BNN Kota Gorontalo yang disampaikan saat kegiatan silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo dengan masyarakat Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulonthalangi, Sabtu (16/5/2026) malam.

Wali Kota Adhan mengatakan, penyalahgunaan lem oleh anak-anak sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dapat memicu gangguan kesehatan, perilaku menyimpang, hingga potensi tindak kriminalitas.

“Kami akan segera mengeluarkan surat edaran kepada seluruh toko bangunan dan tempat penjualan agar tidak melayani pembelian ehabon oleh anak-anak,” tegas Wali Kota Adhan.

Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran lem perekat jenis ehabon tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat.

Ia meminta pemilik toko lebih selektif saat melayani pembeli, terutama jika pembeli masih berusia sekolah atau diduga membeli untuk disalahgunakan.

“Kalau memang yang membeli anak-anak, jangan dijual. Kita semua punya tanggung jawab menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merusak,” ujarnya.

Selain menerbitkan surat edaran, Pemerintah Kota Gorontalo juga akan memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, pihak sekolah, serta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan masyarakat.

Wali Kota Adhan menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar penyalahgunaan zat adiktif seperti lem ehabon tidak semakin meluas di kalangan remaja.

“Kita ingin anak-anak Gorontalo tumbuh sehat, fokus belajar, dan memiliki masa depan yang baik. Karena itu semua pihak harus ikut peduli,” pungkasnya.