Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Soal Pasien Dirujuk ke RS Tak Pakai Ambulans, Begini Penjelasan Puskesmas Sipatana!

×

Soal Pasien Dirujuk ke RS Tak Pakai Ambulans, Begini Penjelasan Puskesmas Sipatana!

Sebarkan artikel ini
Puskesmas Sipatana
Pihak Puskesmas Sipatana saat ditemui dan menerangkan terkait pasien yang tak diantar menggunakan mobil ambulans ke rumah sakit. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sebuah video yang memperlihatkan salah satu warga, Havid S Duto yang sedang sakit dilarikan ke rumah sakit viral di sosial media. Havid saat itu diduga tidak mendapatkan fasilitas mobil ambulans untuk dirujuk ke rumah sakit.

Naasnya, Havid (41) dinyatakan meninggal dunia pada Senin (17/11/2025), merupakan warga Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Yuriske (pihak keluarga) kepada Dulohupa mengungkapkan bahwa kejadian bermula pada sekitar pukul 13.55 wita (Senin), dimana pihak keluarga pasien menelpon salah satu tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Sipatana. Yang tak lama, nakes tersebut tiba di rumah pasien.

“Akhirnya ses bebi datang ke rumah pasien ternyata pasien sudah gawat karena sesak,” tulis Yuriske dalam pesan Whatsapp.

Lebih lanjut tulis Yuriske, setelah dilakukan kordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat, kemudian keluarga korban menghubungi pihak Puskesmas Sipatana untuk dimintakan tolong difasilitasi mobil ambulans untuk membawa pasien ke rumah sakit.

“Keluarga minta tolong untuk rujuk pasien ke rumah sakit dan keluarga sudah memberitahukan alamat pasien dan sopir bilang segera datang,” terangnya.

Setelah menunggu beberapa jam, mobil ambulans yang dinanti tak kunjung datang. Menurut Yuriske, pihak keluarga kemudian menghubungi Kepala Puskesmas Sipatana terkait hal tersebut.

“Keluarga menelepon ibu kapus (kepala puskesmas), ternyata jawaban kapus sangat mengherankan, kapus bilang sopir masih mau main voli,” tulis Yuriske.

Havid terpaksa dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil maxim kata Yuriske.

Menanggapi tudingan itu, Kepala Puskesmas Sipatana, Rita Bambang menjelaskan bertepatan saat kejadian, pihak Puskesmas dijadwalkan bermain bola voli dalam kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.

Menurut Rita, saat itu pengemudi mobil ambulans sedang berada di kegiatan tersebut. Awalnya, yang menelpon adalah keluarga pasien yang tak lain juga merupakan Nakes di Puskesmas Sipatana.

“Disitu kan ada orang kesehatan, sudah pasti orang kesehatan itu tau SOP-nya rujukan seperti apa. Ini pasiennya ada dirumah bukan ada disini (puskesmas), ada di rumah cuman mau pinjam ambulans, masa saya tidak mau kasih,” jelasnya.

Lebih lanjut jelasnya, pengemudi ambulans kemudian kembali ke Puskesmas, namun mendapatkan pasien tak ada di lokasi, ia pun kemudian kembali ke lokasi kegiatan HKN.

Kata Rita, selanjutnya ada pihak keluarga yang menelepon namun kemudian terputus sambungan telepon itu. Menurut Rita, sebenarnya ingin menyampaikan untuk dipersilahkan menggunakan mobil ambulans, namun sopir mobil ambulans itu masih mengikuti kegiatan.

Selain itu, Rita turut menyesalkan pasien tak dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

“Disitu kan ada petugas kesehatan dia lebih tau dan disini ada UGD, seharusnya dia bawa ke UGD ini pasien,” tandasnya.

Reporter: Yayan