Dulohupa.id — Provinsi Gorontalo kembali diguyur bantuan pangan berupa 2.383 ton beras dan 472.612 liter minyak goreng untuk 118.153 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota di Gorontalo. Acara launching resmi dilakukan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta dihadiri oleh pimpinan Forkopimda, Kepala Perum Bulog Gorontalo, Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, La Ode Suleman Ngkalusa, Sabtu (15/11/25).
Jika pada tahap pertama warga hanya menerima beras, maka pada tahap kedua ini pemerintah meningkatkan jumlah sekaligus menambah komoditas. Kini setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa bantuan ini akan segera didistribusikan dan menjadi dukungan nyata bagi masyarakat.
“Bantuan ini sangat membantu warga dalam kebutuhan sehari-hari. Kami memastikan distribusinya berjalan lancar hingga tingkat kelurahan,” ujar Gusnar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas alokasi bantuan bagi Provinsi Gorontalo. Selain itu, bantuan pangan ini disebut memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga.
“Ketersediaan beras sangat menentukan inflasi. Dengan bantuan ini, harga diharapkan tetap terkendali,” katanya.
Sementara Kepala Perum Bulog Cabang Gorontalo, La Ode Suleman Ngkalusa, mengungkapkan bahwa tahap kedua ini dilengkapi komoditas minyak goreng, berbeda dengan tahap pertama yang hanya beras.
“Data penerima tetap menggunakan data terverifikasi dari Kementerian Sosial. Untuk awal ini, kami mengirim 10 truk beras dan sekitar 5.000 liter minyak goreng ke Gorontalo Utara,” jelasnya.
Secara total, Bulog menyalurkan 2.383 ton beras, 472.612 liter minyak goreng, 118.153 KPM sebagai penerima.
Per KPM menerima 10 kilogram beras ditambah dua liter minyak goreng. Terhitung alokasinya untuk dua bulan, maka total yang diterima setiap KPM sebanyak 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng. Distribusi dilakukan langsung ke desa/kelurahan dengan petugas yang sudah disiapkan. KPM sebelumnya telah menerima undangan resmi untuk mengambil bantuannya.
La Ode memastikan stok pangan Gorontalo berada pada kondisi aman.
“Stok sangat cukup. Ini berkat koordinasi kuat dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Satgas Pangan, Polda, dan TNI,” katanya.
La Ode juga memastikan tidak ditemukan praktik beras oplosan di Gorontalo.
Data penerima bantuan tetap berpedoman pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Proses verifikasi dapat menyebabkan sebagian penerima tahap pertama menerima kembali, sementara sebagian lainnya digantikan penerima baru.
Dengan jumlah bantuan yang mencapai ribuan ton dan ratusan ribu liter, program CPP tahap kedua ini menjadi salah satu penyaluran terbesar di Gorontalo dan diharapkan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Maya












