Dulohupa.id – Pengelolaan kawasan hutan memiliki dinamika permasalahan mulai dari perusakan hutan, perburuan satwa liar serta perambahan Hutan Lindung, Taman Nasional dan Hutan Konservasi.
Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo meningkatkan kapasitas Polisi Hutan (Polhut) di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Gorontalo melalui pelatihan pengawasan hutan dengan sistem aplikasi SMART Patrol. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 15-16 november 2025 bertempat di Yulia Hotel Gorontalo
Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Results-Based Payment (RBP) Redd+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BDLH) dan Wahana Mitra Mandiri,
Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas LHK provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, serta turut hadir Kepala Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kepala BPKH Wilayah XV Gorontalo, para kepala UPT KPH Lingkup Dinas Lhk Provinsi Gorontalo maupun para pemateri pelatihan,

Dalam laporan panitia, Sekretaris Dinas LHK, Syahbuddin Buata menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis staf KPH dalam patroli, serta pengelolaan data lapangan menggunakan SMART Patrol, maupun mendukung sistem pengawasan kawasan hutan yang lebih transparan dan berbasis data.
Syahbuddin melaporkan, adapun peserta pelatihan sejumlah 30 orang terdiri dari kepala Seksi Perlindungan Hutan Dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH, Polisi kehutanan UPT KPH wilayah 1- VII lingkup dinas LHK. Kemudian ada juga peserta dari polisi kehutanan dan unsur staf bidang dan sekretariat DLHK provinsi Gorontalo.
“Peserta akan mendapatkan materi dari berbagai narasumber seperti dari BPKH, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone maupun dari akademisi Kehutanan,” paparnya.
Sementara kepala Dinas LHK Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakara menekankan bahwa penerapan SMART Patrol menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya perlindungan hutan. Peserta diminta dapat memahami konsep dasar aplikasi SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool) patrol termasuk fungsi, manfaat dan penerapannya dalam pengelolaan kawasan hutan.
“Paling utama adalah meningkatkan koordinasi dan konsistensi patroli lapangan, sehingga kegiatan pengamanan dan pemantauan kawasan lebih efektif dan berbasis data,” tegas Fayzal.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan misi Gubernur Gorontalo untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau di Provinsi Gorontalo.
“Sesungguhnya Indonesia itu merupakan salah satu negara tropis dipilih dunia yang menjadi sasaran untuk didanai untuk menurunkan emisi sehingga bisa mengendalikan perubahan iklim. Salah satu caranya, peningkatan pelestarian kawasan hutan,” papar Fayzal dalam sambutannya.
Dirinya memastikan seluruh staf KPH dapat memahami cara menggunakan aplikasi smart secara efektif, mulai dari perencanaan jalur patroli, pencatatan titik kejadian, hingga analisis hasil patroli.
“Ini momen penting, jangan sia-siakan. Dengan aplikasi ini, kita dapat meningkatkan akurasi data di lapangan, serta mempercepat pengambilan keputusan berbasis bukti. Saya minta pelatihan ini bisa diseriusi,” tegas Fayzal.
Reporter: Enda












