Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOPENDIDIKAN

5 Calon Kepala Sekolah Belajar Manajemen Pendidikan di SMK PPN Gorontalo

×

5 Calon Kepala Sekolah Belajar Manajemen Pendidikan di SMK PPN Gorontalo

Sebarkan artikel ini
SMK PPN Gorontalo
Kepala SMK PPN Gorontalo, Jamaludin Hamid, S.Pt, M.Si saat memberikan penjelasan kepada calon kepala sekolah terkait keunggulan SMK PPN.

GorontaloSMK PPN Gorontalo ditunjuk sebagai sekolah mentor dalam Diklat Calon Kepala Sekolah 2025 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kantor GTK Provinsi Gorontalo. Tahun ini terdapat 20 peserta diklat, dan lima di antaranya menjalani pembelajaran intensif di SMK PPN Gorontalo.

Selama empat hari, para peserta mempelajari manajemen sekolah, kepemimpinan, inovasi pembelajaran, hingga pengelolaan layanan pendidikan. Mereka mengikuti sesi diskusi, observasi kelas, kunjungan unit kerja, serta pemaparan praktik terbaik yang menjadi karakteristik SMK PPN Gorontalo sebagai sekolah vokasi.

Kegiatan mentoring tersebut dimonitor langsung oleh Kepala Kantor GTK Provinsi Gorontalo, Eky Aristanto Punu, dan perwakilan Direktorat KSPSTK Jakarta, Alex, yang memberikan evaluasi dan apresiasi terhadap kesiapan SMK PPN dalam menjalankan fungsi pembinaan.

Kepala SMK PPN Gorontalo, Jamaludin Hamid, S.Pt, M.Si menyambut baik kepercayaan ini dan menyebutnya sebagai kesempatan untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu kepemimpinan sekolah.

“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi sekolah mentor dan siap berbagi praktik baik dalam manajemen pendidikan,” ujarnya.

Program ini diharapkan memperkuat kemampuan calon kepala sekolah dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks.

Mengenal SMK PPN Gorontalo

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Patriot Pertanian Nasional (PPN) Gorontalo terletak di Desa Luhu, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

SMK PPN Gorontalo menyuguhkan lebih dari 300 koleksi varietas bibit maupun tanaman meliputi tanaman hias, tanaman buah, tanaman obat/rempah, serta tanaman adat khas Gorontalo yang memiliki nilai budaya tinggi.

Seperti diketahui, SMK PPN Gorontalo yang sejak berdiri pada awal tahun 2021, kini menjadi contoh sekolah vokasi pertanian yang inovatif, berdaya saing, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Melalui perpaduan antara pendidikan, teknologi, dan pelestarian lingkungan, sekolah ini terus berkomitmen mencetak generasi muda pertanian yang kreatif, adaptif, dan peduli terhadap keberlanjutan sumber daya alam Gorontalo.Tentu saja inovasi ini sekaligus menjadi lokasi wisata edukasi unggulan di Provinsi Gorontalo.

Selain menjadi wisata edukasi, sekolah ini dijadikan Vokasi Farm sebagai tempat penelitian mahasiswa, lokasi magang bagi guru dari sekolah lain, tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa, serta pusat kegiatan belajar masyarakat.

Kepala SMK PPN Gorontalo, Jamaludin Hamid, S.Pt, M.Si menjelaskan, semua koleksi tanaman ini merupakan hasil inovasi siswa maupun guru sekolah.

Sistem pembelajaran di SMK PPN Gorontalo berbasis projek dan teknologi informasi, dimana siswa tidak hanya mempelajari teori dan praktik, tetapi juga terampil dalam membuat video pengenalan tanaman yang dikonversi ke dalam QR Code untuk memudahkan pengunjung mengakses informasi secara digital.

“Jadi kita disini sudah punya Teaching Factory, tempat pembelajaran siswa berbasis industri. Kami sudah melayani kebutuhan tanaman di masyarakat, di desa, maupun di sekolah-sekolah. Kita melayani pembelian tanaman disini dan sudah memakai kris sehingga memudahkan bagi pembeli,” kata Jamaludin

Menariknya, tanaman produktif ini bahkan ada yang disambung atau dicangkok, sehingga 1 pohon memiliki beberapa jenis varietas.

“Jadi kenapa kita mudah kita praktek penyambungan, karena kita punya banyak koleksi, ada yang kita koleksi sampai 11 Varitas. Nah, semua macam-macam varietas tanaman itu semua boleh disambung. Seperti mangga dengan mangga, bunga puring atau polohungo, bisa kita sambung. Begitu juga dengan Bougenvilee, semua bole di Grafting,” ungkap Jamalaudin.

Prestasi dan inovasi yang dihasilkan SMK PPN Gorontalo juga mendapat pengakuan dari berbagai pihak, baik di tingkat daerah maupun nasional. Pemerintah memberikan dukungan nyata melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp3 miliar pada tahun 2023 untuk pembangunan gedung, ruang kelas baru (RKB), laboratorium, dan gedung kesiswaan. Tahun berikutnya, sekolah ini kembali memperoleh bantuan pagar dan paving area dari APBD 2024, serta bantuan pengembangan kewirausahaan dan teaching factory dari Direktorat Pembinaan SMK Pusat pada tahun 2025.