Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOLINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Dinas LHK Gorontalo Siapkan Strategi Mitigasi Atasi Perambahan Hutan

×

Dinas LHK Gorontalo Siapkan Strategi Mitigasi Atasi Perambahan Hutan

Sebarkan artikel ini
Perambahan Hutan
Foto bersama dalam kegiatan pembukaan pelatihan mitigasi dan penyelesaian perambahan hutan yang digelar Dinas LHK Provinsi Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo menggelar pelatihan Mitigasi dan Penyelesaian Perambahan Hutan bagi personel Polisi Hutan, Staf Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) serta penyuluh di tingkat tapak.

Pelatihan ini dibuka kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, yang berlangsung di El Madinah Hotel, Kamis (20/11/2025). Turut hadir Sekretaris DLHK, Syahbuddin Buata serta para pemateri pelatihan.

Kegiatan ini merupakan rangkaian implementasi dalam rangka program penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan yang diselenggarakan Pokja Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund Output 2 Provinsi Gorontalo melalui Dinas LHK Provinsi Gorontalo bekerjasama dengan BPDLH dan Wahana Mitra Mandiri.

Perambahan hutan adalah praktik penggundulan atau penebangan pohon secara ilegal yang menyebabkan hilangnya tutupan hutan. Di Indonesia, perambahan hutan seringkali disebabkan oleh beberapa faktor seperti membuka pertanian dan perkebunan di kawasan hutan, penebangan kayu ilegal, serta mencari keuntungan ekonomi dari eksploitasi sumber daya hutan.

Kepala Dinas Fayzal dalam sambutannya menegaskan, praktik perambahan hutan perlu dimitigasi dengan cara membekali peserta pelatihan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani aktivitas ilegal.

“Peserta ini merupakan pasukan saya yang bertugas di tapak kawasan hutan mulai dari ujung Popayato sampai ujung Pinogu, Baik para penyuluh, maupun polisi hutan. Saya mengapresiasi keseriusan bapak-ibu datang dari jauh-jauh untuk meningkatkan kapastas kinerjanya,” imbuh Fayzal.

Perambahan Hutan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan Mitigasi dan penyelesaian Perambahan Hutan. Foto/Dulohupa

Dirinya menekankan agar peserta dapat meningkatkan edukasi kesadaran lingkungan kepada masyarakat, tentang pentingnya hutan dan dampak negatif perambahan hutan terhadap ekosistem dan mata pencaharian masyarakat lokal.

“Peserta harus memahami strategi mitigasi perambahan yang lebih adiktif yang berbasis data. Kelemahan kita ini di data, sehingganya koordinasi antara KPH, pemerintah desa dan aparat penegak hukum dan masyarakat diperlukan untuk mendukung pencegahan perambahan hutan,” tegas Kadis LHK.

Petugas di lapangan harus memiliki keterampilan untuk mendeteksi dini, yakni mengidentifikasi tanda-tanda awal perambahan, penebangan liar, atau kebakaran hutan. Peserta juga akan diberikan materi keterampilan dalam patroli hutan, pemantauan, dan pelaporan yang efektif.

Kemudian mitigasi konflik, peserta dituntut mengetahui metode penyelesaian konflik terkait tenurial atau pengelolaan sumber daya hutan secara adil dan berkelanjutan, serta mengetahui teknik-teknik operasional di lapangan untuk menjaga kawasan hutan, termasuk kegiatan patroli pengamanan.

“Inovasi-inovasi apa yang harus dilakukan, terutama dalam hal menyelesaikan konflik perambahan termasuk penggunaan instrumen sosial, ekonomi dan pemberdayakan masyarakat sekitar hutan. Ini yang harus didiskusikan sebelum kita turun lapangan,” pinta Fayzal.

“Kita berdiskusi, berdialog karena sesungguhnya apa yang kita laksanakan butuh implementasi di lapangan, sehingga apa yang pernah bapak dan ibu sekalian alami di lapangan, maka disinilah tempat kita untuk bertukar pikiran untuk saling berdiskusi,” tambah Kadis.

Dirinya juga mengajak masyarakat semakin tumbuh kesadaran bahwa menjaga hutan itu bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggungjawab bersama, baik sektor pemerintah, masyarakat, sektor swasta, serta semua komponen yang ada.

“Selanjutnya pada kesempatan ini, kita juga menghadirkan para ahli yang ada di bidangnya masing-masing, baik itu dari instansi pemerintah, instansi pusat maupun akademis untuk memberikan penguatan kepada para peserta pelatihan,” tutur Fayzal Lamakaraka.

Seperti diketahui sejak bulan Oktober 2025, Dinas LHK Provinsi Gorontalo bersama BPDLH dan Wahana Mitra Mandiri bergelut dengan kegiatan-kegiatan untuk mendukung program penurunan emisi akibat perubahan iklim.

“Nah, di bulan November ini kita penuh dengan kegiatan ruangan. Nanti di bulan berikutnya, insyaallah pelatihan-pelatihan yang kita dapatkan akan terapkan di lapangan,” pungkas Kadis Fayzal.

Reporter: Enda