Dulohupa.id – UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah I-II Gorontalo Barat resmi membentuk tim Participatory Fire Management (PFM) untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama masyarakat di tingkat tapak. Kegiatan ini digelar di Oma Cafe pada Rabu (19/11/2025).
Kepala KPH I-II Gorontalo Abdul Kadir Alhasni S.Kom saat membuka kegiatan menyampaikan, kegiatan ini merupakan implementasi RBP REDD+ dengan membentuk tim PFM yang berfungsi sebagai edukasi masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan.
“Masyarakat peduli api juga diharapkan mampu menerapkan teknik pencegahan dini dalam menanggulangi terjadinya kebakaran hutan,” ujar Abdul Kadir.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara DLHK, BPDLH, KPH, dan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Abdul Kadir akan memfasilitasi tim ini serta menyusun kegiatan operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tingkat tapak.
“Kami juga berharap tim ini dapat memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat lainnya terkait larangan dan hukum dari membakar lahan,” tegasnya.
Selain itu diperlukan dukungan sarana dan prasarana sebagai alat pemadaman kebakaran hutan. KPH dan masyarakat memastikan akan menetapkan SOP deteksi dini dan tindakan pemadaman.
Sementara salah satu masyarakat Wonggarasi Timur, Andrianus Ali meminta komitmen KPH meningkatkan langkah strategis untuk mencegah kebakaran hutan. Ia meminta penegak hukum agar menindak tegas pembakar hutan maupun oknum-oknum perusahaan yang menanam sawit di kawasan hutan.
Sebagai tindaklanjut dalam kegiatan ini, DLHK Provinsi Gorontalo akan melaksanakan inisiasi dan fasilitasi pembentukan tim masyarakat peduli api (MPA) di seluruh wilayah kabupaten/kota. DLHK akan melakukan pelatihan lanjutan tentang penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan bagi masyarakat peduli api.
Reporter: Enda











