Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOVideo

Basarnas Gorontalo Buka Pelatihan Potensi SAR Water Rescue dan MFR

×

Basarnas Gorontalo Buka Pelatihan Potensi SAR Water Rescue dan MFR

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Potensi SAR
Suasana pembukaan kegiatan pelatihan potensi SAR yang digelar Basarnas Gorontalo. Foto: Humas Basarnas

Dulohupa.id Badan SAR Nasional (Basarnas) Gorontalo menggelar pelatihan potensi SAR (Pencarian dan Pertolongan) di permukaan air (Water Rescue) dan pelatihan teknis pertolongan medis pertama (MFR).

Kegiatan itu dibuka langsung kepala Pusat Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Anggit Mulyo Satoto di gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kabupaten Bone Bolango, Rabu (08/3/2023).

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto menjelaskan, sebanyak 100 orang peserta yang mengikuti pelatihan potensi SAR ini, dimana terdiri dari 50 peserta Water Rescue dan 50 orang peserta MFR yang berasal dari instansi pemerintah, organisasi SAR dari masyarakat di Gorontalo.

Basarnas Gorontalo Buka Pelatihan Potensi SAR Water Rescue dan MFR Simak Videonya di Bawah:

“Pelatihan Potensi SAR akan digelar sampai13 Maret 2023. Adapun pelatihan Praktek water rescue akan dilaksanakan di kolam Lahilote dan dilanjutkan ke pantai Botutonuo, sedangkan praktek MFR akan dilaksanakan di BPMP.

Heriyanto mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian bagi peserta dalm Potensi Pencarian dan Pertolongan.

“Pelaksanaan pelatihan operasi Pencarian dan Pertolongan bagi peserta, nantinya bisa diterapkan dalam pelaksanaan operasi SAR sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara kepala Pusat Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan, Anggit Mulyo Satoto dalam arahannya menyampaikan bahwa, Basarnas bertanggung jawab dalam pelaksanaan pembinaan bagi potensi SAR termasuk dalam penyelenggaraan pelatihan potensi SAR yang saat ini akan dilakukan.

Anggit menuturkan, Basarnas khususnya Kantor SAR Gorontalo dengan segala keterbatasannya sangat membutuhkan banyak bantuan dari berbagai pihak, khususnya keterlibatan sumber daya manusia yang kompeten, serta mampu melaksanakan operasi SAR yang efektif dan efesien sesuai dengan tujuan bersama.

“Diharapkan bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, sehingga ilmu yang sudah didapatkan nantinya semoga bisa diimplementasikan oleh peserta di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Redaksi