Dulohupa.id- Sedikitnya 130 hektar (Ha) lahan perkebunan di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, Pohuwato terendam banjir. Lahan yang mayoritas ditanami jagung itu, terendam banjir akibat pengerjaan irigasi di wilayah tersebut yang buruk. Kerugiannya pun tak main-main, yakni mencapai Rp 473.200 juta.
Umar Ebu, salah satu petani di desa tersebut, yang lahannya juga ikut terendam mengeluhkan hal tersebut. Menurutnya, luapan air dari buruknya drainase tersebut sudah merugikan mereka bertahun-tahun.

“Iya, lahan saya itu gagal panen terus, apalagi kalau musim hujan, pasti tidak ada yang bisa diambil,” ujarnya kepada dulohupa.id pada Rabu (30/9/2021).
Umar yang memiliki lahan jagung seluas 3 Ha itu pun mengaku, sebelumnya luapan air sebelum dibangun irigasi, cepat surut. Sebab, saluran alami yang ada mampu menyalurkan air ke hilir.
“Awalnya di sini bagus, sebelum ada irigasi, dan di lahan saya yang 3 Ha itu, tidak pernah mengalami kegagalan. (Namun) semenjak irigasi dibangun, justru air tidak mengalir bagus, sampai lahan saya terendam,” imbuhnya.

“Pengaruh terendam air, jagung itu kerdil dan menguning, bahkan ada yang tidak tumbuh sama sekali,” sambung Umar.
Hal yang membuatnya kecewa juga adalah, bahwa pemerintah daerah sudah berulang kali berjanji untuk memperbaiki irigasi di desa tersebut. Namun, hingga saat ini realisasinya tak kunjung dilakukan. Bahkan, sejumlah anggota dewan telah melihat kondisi di lokasi.
“Ini persoalan sudah kita bicarakan sejak bulan Februari tahun 2021 kemarin, bahkan sebelum pemilihan banyak janji-janji calon bupati dan sekarang sudah jadi , tapi hingga saat ini tidak ada realisasinya,” tutupnya.
Reporter: Hendrik Gani











