Dulohupa.id – Menghadapi musim kemarau panjang, kebakaran lahan marak terjadi di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Dalam waktu sepekan, kebakaran lahan sudah terjadi di 5 titik lokasi di beberapa wilayah Pohuwato.
Seperti kebakaran lahan di kawasan Hutan Lindung Marisa pada Tanggal 21 Agustus 2023, kebakaran lahan di belakang perumahan depan KPU terjadi pada Tanggal 30 Agustus 2023, kebakaran lahan di dekat jembatan nagit terjadi pada 2 September 2023, kebakaran lahan pertanian di Balayalo pada Tanggal 3 September 2023. Terakhir kebakaran lahan yang terjadi di belakang sekolah SMA 1 Randangan pada Tanggal 4 September 2023.



Kebakaran yang terjadi pada Senin tadi, Satpol-PP yang dipimpin langsung Kasatpol, Nikson Pakaya, dan Damkar Kabupaten Pohuwato langsung ke lokasi kebakaran lahan yang berada tepat di belakang sekolah SMA 1 Randangan.
Kasatpol-PP Kabupaten Pohuwato, Nikson Pakaya, melalui Kepala Bidang Perda Trantibum (PPNS) Satpol-PP dan Damkar Pohuwato, Bayu Eka Septian Kaluku menjelaskan, dalam proses pemadaman api itu pihaknya dibantu juga tim BPBD, TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan Randangan, guru-guru, dan para siswa yang juga ikut memadamkan api yang membakar rerumputan yang ada di lahan belakang sekolah SMA 1 Randangan.
Bayu Eka Septian Kaluku juga mengaku, kebakaran lahan itu sudah mendekati rumah-rumah warga yang ada di sekitar sekolah itu. Namun api berhasil dipadamkan setelah tim berjibaku selama 4 jam lamanya, dikarenakan jarak kantor Damkar dari Kecamatan Marisa menuju Kecamatan Randangan itu sangat jauh.
“Selama empat jam berjibaku kami dan tim berhasil memadamkan api, dan Alhamdulillah api tidak sampai merembet rumah warga,” ungkap Bayu Kaluku sapaan akrabnya.
Melihat peristiwa itu, Bayu Kaluku menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato agar tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat, tidak membakar sampah di sembarang tempat, serta tidak sembarang membakar lahan perkebunan. Sebab kata dia dengan cuaca saat ini yang begitu extrim panasnya dan angin kencang sangat rentan terjadinya kebakaran.
“Saya menghimbau agar seluruh masyarakat Pohuwato untuk selalu berhati-hati, jangan sembarang melakukan tindakan yang memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar lahan tanpa pengawasan. Saat ini musim kemarau jadi apa saja dapat memungkinkan untuk terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Tak hanya itu saja, saat ini tak hanya musim kemarau saja, namun saat ini juga disertai angin kencang, maka dirinya juga menghimbau agar masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan agar jangan turun melaut dulu, dikarenakan cuaca saat ini kata dia berangin kencang yang memicu gelombang tinggi di lautan.
“Himbauan pun kami sampaikan kepada masyarakat yg sebagai nelayan agar jgn turun untuk melaut, dikarenakan cuacanya kurang mendukung dan laut sangat berombak. Mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan Para nelayan pun harus berhati-hati dan tetap waspada,” harapnya.
Reporter: Hendrik Gani











