Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEKRIMINAL

Jejak Puan Gorontalo Minta Kominfo Putus Penyebaran Video Syur Guru dan Murid

×

Jejak Puan Gorontalo Minta Kominfo Putus Penyebaran Video Syur Guru dan Murid

Sebarkan artikel ini
Nurhikmah-Biga-Jejak-Puan-Gorontalo-dulohupa.id
Nurhikmah Biga, M.H.I, Koordinator Gusdurian Gorontalo.

Dulohupa.id – Jejaring Aktivis Perempuan dan Anak (Jejak Puan) Provinsi Gorontalo meminta Kominfo Pusat untuk menghapus video syur antara guru dan murid yang saat ini terus beredar luas di media sosial.

“Nah untuk memutus video-video yang sudah beredar ini mungkin kominfo pusat punya kebijakan untuk menghapus secara serentak di media sosial, kata Nurhikmah Biga, M.H.I, Koordinator Gusdurian Gorontalo

Menurut Nurhikmah Biga, yang juga merupakan anggota Jejak Puan bahwa video tersebut akan sangat berdampak pada psikologi korban bahkan anak-anak lainya.

“Banyak sekali yang menikmati video ini tidak menyadari bahwa ini adalah kekerasan seksual, tidak melihat ini sangat berdampak pada psikologi anak, tidak hanya korban tapi juga berdampak pada anak lainnya.

Pada kesempatan itu Nurhikmah Biga meminta seluruh pihak baik, pemerintah, organisasi, dan masyarakat dapat mengkampanyekan “Stop penyebaran video asusila guru dan murid”.

“Menurut saya kita perlu mengkampanyekan untuk menghentikan penyebaran video dan juga mengkampanyekan hapus video dan link terkait. Masalah ini sangat berdampak buruk pada korban karena ini akan terus berada di dalam media social,” jelasnya

Selain itu ia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk tidak hanya menghimbau, tapi menindak tegas para pelaku penyebar video syur antara guru dan murid.

“Polisi pasti tau siapa yang menyebarkan, id, andres pasti sudah diketahui polisi. Untuk itu diharapkan pihak kepolisian bukan hanya menghimbau, tapi harus menindak para pelaku penyebar video tersebut,” ujar Nurhikmah Biga

Nurhikmah juga menyoroti kebijakan pihak sekolah yang telah mengambil keputusan mengeluarkan siswi tersebut dari sekolah, karena ia menilai bahwa keputusan sekolah tidak berpihak pada korban.

“Saya sangat menyesal dengan kebijakan yang diambil pihak sekolah yang mengeluarkan siswa dari sekolah. Kenapa keputusan yang diambil tidak berpihak kepada anak yang menjadi korban,” tutup Nurhikmah

Jejaring Aktivis Perempuan dan Anak (Jejak Puan) Provinsi Gorontalo merupakan kelompok yang tergabung dari berbagai organisasi yaitu Woman Institute for Research and Empowerment of Gorontalo (WIRE-G), Salam Puan, Leaders Institute, GUSDURIAN Gorontalo, Pustaka Bergerak Indonesia, KOHATI Cab. Gorontalo, KOPRI PMII Ichsan, Sekolah Kampung Gorontalo, Teater Peneti Gorontalo, Indung Art Project, KOPRI Kota Gorontalo, KOMAKI Gorontalo, KOHATI Bone Bolango.

⁠Redaksi