Dulohupa.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dukcapil-PMD) Provinsi Gorontalo menanggapi berbagai pertanyaan mengenai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDesa.
Kepala dinas Dukcapil-PMD Provinsi Gorontalo, Reflin Buata menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dengan BUMDes tentulah berbeda, hal ini dapat dilihat baik dari sisi dasar hukum pembentukannya, bentuk usaha, permodalan, hingga unit usahanya.
Kadis Reflin mengatakan, meskipun keduanya bertujuan untuk membangun ekonomi desa namun mekanisme pembentukan, kepemilikan, bentuk usaha dan sumber pendanaan tentu sangat berbeda.
BUMDesa sendiri merupakan badan usaha yang dimiliki oleh desa yang dikelola oleh pengurus dengan seorang direktur yang di tunjuk oleh pemerintah desa melalui Musdes. Sementara Koperasi Desa Merah Putih ini di kelola dengan prinsip keanggotaan dan pengurusnya yang dipilih secara demokratis oleh anggota.
“Dari sisi pendanaan pun juga berbeda, BUMDes mengelola dana yang diperoleh dari penyertaan modal dari pemerintah desa atau dari pihak luar. Sedangkan Koperasi Desa Merah Putih memperoleh dana dari anggota kemudian bisa dari Dana Desa, APBD, APBN serta pinjaman dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan plafon maksimal Rp3 Miliar,” ungkap Kadis Reflin.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perdesaan (PPMDP), Irfan Gani menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih ini tidak akan menghilangkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah ada, termasuk semua usaha ekonomi yang ada di desa.
“Justru keberadaan Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan memperkuat BUMDes dan usaha ekonomi desa lainnya,” ungkap Irfan Gani.
Untuk diketahui, tercatat untuk wilayah Provinsi Gorontalo sampai dengan hari ini sudah tersosialisasikan di 392 desa/kelurahan tentang Koperasi Desa Merah Putih ini. Dan yang sudah melaksanakan Musdes dan telah terbentuk sudah mencapai 381 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau 52% yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo. Kita berharap sisanya sebanyak di 348 desa/kelurahan akan segera terbentuk dalam waktu kedepan.
Reporter: Enda











