Dulohupa.id – Sebanyak 85 penumpang Kapal Express Priscilia 88 terjebak di laut usai kapal tersebut mati mesin. Mengetahui kejadian itu, sejumlah keluarga penumpang menunggu di Pelabuhan Gorontalo, Selasa (14/2/2023).
Keluarga penumpang terlihat khawatir, bahkan beberapa orang menangis karena cemas dengan kondisi keluarga mereka yang berada di atas kapal.
Nursia Domili, Salah satu keluarga penumpang mengatakan, dirinya baru mengetahui kabar kapal yang anak dan cucunya tumpangi tadi pagi. Mereka khawatir dengan keadaan anak dan 2 orang cucunya itu
“Kami sudah hubungi, tapi HP nya tidak aktif. Keponakan dan dua cucu saya ada di kapal itu, mereka mau pergi ke Luwuk,” Imbuh Nursia.
Sementara, Kepala Operasi Siaga Pencarian dan Pertolongan Basarnas Gorontalo, Hendry Pattiruhu mengatakan, kondisi pebumpang hingga saat ini masih aman, namun penumpang kekurangan minuman.
“Kondisi penumpang masi aman, kami belum mendapatkan informasi kalau penumpang kelaparan, tapi tadi malam itu penumpang mengalami keterbatasan air minum. Kami di posko sudah menyediakan segala kebutuhan penumpang, makanan maupun minuman” kata Hendry
Saat ini KM Express Priscilia 88 bersama penumpang sudah menuju Pelabuhan Gorontalo dengan cara ditarik menggunakan kapal lainya. Perkiraan akan sampai siang nanti.
Sebelumnya Sebanyak 85 orang penumpang kapal Express Priscilia 88 dilaporkan terjebak di tengah laut perairan Teluk Tomini, Senin (13/2/2023) malam.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Basarnas Gorontalo, kapal tersebut mengalami kecelakaan mati mesin pada koordinat 0°02’624″S-122°55’982″E RADIAL 193°, arah Selatan dari pelabuhan Gorontalo dengan jarak 33,5 NM.
Sebelum kejadian mati mesin, kapal Express Priscilia 88 sekitar pukul 14.00 Wita bertolak dari pelabuhan Gorontalo akan menuju Pagimana, Sulawesi Tengah. Namun kapal tersebut mengalami kecelakaan mati mesin sekitar pukul 19.05 WITA.
Reporter: Kibong/Dulohupa











