Scroll Untuk Lanjut Membaca
LINGKUNGANPERISTIWA

BMKG Prediksi Gorontalo Masih Akan Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

×

BMKG Prediksi Gorontalo Masih Akan Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG Gorontalo memprediksi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masih akan melanda Gorontalo hingga dua hari ke depan. Sebelumnya keadaan yang sama berlangsung sejak 16 Mei 2021 kemarin. 

Koordinator bidang data dan informasi Stasiun Meteorologi kelas I Djalaluddin Gorontalo, Wahyu Guru Imantoko mengatakan, curah hujan tersebut disebabkan pola gangguan cuaca yang aktif di Indonesia khususnya Provinsi Gorontalo.

“Hasil Pantauan kami, memang beberapa terakhir mulai dari tanggal 16 Mei hingga saat ini, ada gangguan cuaca yang aktif di Provinsi Gorontalo, yaitu Southern Oscillation Index (SOI) sementara aktif, kemudian Madden Julian Oscillation (MJO) sementara aktif, sehingga kondisi gangguan cuaca global berkontribusi terhadap pembentukan awan-awan Indonesia bagian timur cukup signifikan,” ujar Wahyu kepada Dulohupa.id Jum’at (21/5)

Kata Wahyu, gangguan Madden Julian Oscillation (MJO) pada tanggal 21 Mei 2021 berada pada kuadran 4 (Indian Ocean) yang menunjukkan MJO berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

“Dari model filter spasial MJO menunjukkan adanya gangguan fenomena MJO di wilayah Selat Makassar, Pulau Sulawesi, Laut Maluku yang mampu meningkatkan aktivitas konvektif diwilayah,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, gangguan cuaca di Ekuator yang terjadi  di Indonesia, dipengaruhi gelombang Rossby Ekuator yang berpropagasi ke arah barat mencakup wilayah Laut Sulawesi, Gorontalo, Sulawesi   Utara,   Laut   Maluku,   Maluku   Utara,   Laut   Seram yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan.

“Kombinasi antara MJO, gelombang Rossby Ekuator diwilayah dan periode yang hampir sama yakni di wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara,Laut Maluku, Maluku Utara dan Laut Seram, mampu meningkatkan potensi pembentukan sirkulasi siklonik dan peningkatan,” jelas Wahyu

Karena itu, ia menuturkan dengan cuaca aktif bersamaan ini, akan berpotensi banjir, tanah longsor, terutama bagi masyarakat pesisir yang ada di wilayah Provinsi Gorontalo.

“Dengan aktifnya gangguan cuaca ini, perlu diwaspadai masyarakat Gorontalo. Karena dengan ada gangguan cuaca aktif bersamaan perlu diwaspadai, sehingga berpotensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang yang dampaknya menyebabkan banjir, tanah longsor,” tutup Wahyu.

Reporter: Yusuf Konoli