Dulohupa.id-Meski sejumlah tantangan dan masalah dialami oleh Pemerintah Gorontalo, namun capaian vaksinasi untuk provinsi ini dapat dikatakan sukses. Hal itu setelah Kementerian Kesehatan menetapkan capaian vaksinasi Covid-19 di Gorontalo berada di urutan ke-8 Se-Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman menyebutkan, tidak mudah pihaknya dapat mencapai keberhasilan vaksinasi. Kata dia, banyak tantangan yang dialami pihaknya dalam menggenjot capaian vaksinasi, salah satunya media sosial. Sebab, media sosial banyak mempengaruhi pola pikir masyarakat tentang vaksin. Banyak masyarakat yang menolak vaksin karena hoax yang beredar di media sosial.
“Pertama, medsos itu sendiri yang kemudian mempengaruhi pola pikir masyarakat untuk kemudian tidak datang ke lokasi vaksinasi walaupun sudah di diundang. Yang kedua ketika datang takut kemudian akhirnya tidak jadi karena tensinya naik,” tuturnya.

Ia melanjutkan, untuk menghadapi tantangan tersebut, mereka menerapkan strategi-strategi agar kemauan masyarakat untuk divaksin muncul.
“Vaksinasi terpusat atau vaksinasi massal dengan demikian masyarakat merasa senasib masyarakat merasa ada teman-teman banyak untuk dilaksanakan vaksinasi itu sendiri,” beber Yana.
Kemudian, ia mengimbau masyarakat yang datang ke tempat pelaksanaan vaksinasi, untuk membawa masing-masing lansia yang ada di rumah maupun keluarga untuk jalani vaksinasi bersama.
“Karena yang namanya lansia harus didampingi dan dikuatkan,” katanya.
Lebih lanjut, Yana menyebut, untuk capai target vaksinasi tahap I dan II di bulan Juni, Kabupaten Gorontalo harus mencapai target empat ribu orang per hari, Kota Gorontalo dua ribu orang per hari, Kabupaten Pohuwato seribu orang per hari, dan Kabupaten Bone Bolango juga seribu orang per hari. Jika itu selesai, akan masuk ke tahap III untuk masyarakat umum di bulan Juli sampai Desember dengan target enam ratus ribu orang.
Reporter: Yunita Humola












