Dulohupa.id – Semarak Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun disambut meriah masyarakat, tak terkecuali wisatawan asing yang berada di Gorontalo. Bule asal Jerman dan Francis ikut memeriahkan lomba tradisional, diantaranya lomba balap karung, lomba bola dangdut, lomba joget rampas kursi, lomba pecah balon.
Kemeriahan terpancar saat para wisatawan dan masyarakat setempat berbaur dalam euforia lomba kemerdekaan. Lomba tradisional dalam semarak kemerdekaan itu berlangsung di Halaman Homestay Harry & Mimin di Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo pada Senin sore (17/08/2026).
Saat diwawancarai, salah satu wisatawan asal Jerman, Claudia mengatakan sangat menikmati kegiatan tersebut.
“I’m from Germany. Uh, I played here today. It was really funny, I enjoyed it. Everyone was really nice and the games were really funny. It was great (Saya berasal dari Jerman. Eh, saya bermain di sini hari ini. Sangat menyenangkan, saya menikmatinya. Semuanya sangat ramah dan permainannya seru sekali. Pengalaman yang luar biasa),” ujar Claudia kepada awak media.
Lomba tradisional di momen kemerdekaan ini kata Claudia merupakan hal yang baru baginya, dan merupakan pengalaman yang luar biasa.
“Um, it’s the first time for me seeing it like this, and it’s beautiful. We were three days here already, and everything was great. It was just a nice experience (Hmm, ini pertama kalinya aku melihatnya seperti ini, dan sungguh indah sekali. Kami sudah disini selama tiga hari, dan semuanya luar biasa. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan),” ucap Claudia.
Tak hanya Claudia, wisatawan lainnya juga turut mengatakan hal yang senada. Nina, wisatawan asal Jerman mengungkapkan bahwa momen kemerdekaan Indonesia ini merupakan pertama kalinya ikut merayakan. Dan lagi, ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa.
Lebih lanjut jelas Nina, bermain bersama warga lokal membuat dirinya sadar bahwa meski secara kebudayaan berbeda, namun ada beberapa kesamaan, seperti halnya permainan rampas kursi.
“And it’s my first time to celebrate Independence Day in Indonesia, and it’s been a great experience. And doing all these games together with the local people makes me realize that even though the cultures are very different, we still have a lot of things in common. So, the musical chair game is the same in Germany, for example, and it’s a lot of fun just to share this experience with my family here (Dan ini pertama kalinya saya merayakan Hari Kemerdekaan di Indonesia. Pengalamannya luar biasa. Bermain semua permainan ini bersama warga lokal membuat saya sadar bahwa meskipun budaya kita sangat berbeda, kita tetap memiliki banyak kesamaan. Misalnya, permainan kursi musik itu sama juga di Jerman. Sungguh menyenangkan bisa berbagi momen ini bersama keluarga saya di sini),” jelas Nina.
Meski belum lama datang ke Indonesia (Gorontalo), kata Nina keramahan warga lokal sangat membuatnya terkesan, dan pengalaman ini akan selalu dikenangnya.
“We’ve just arrived yesterday, and we are going to spend one more day here. And we’ll keep this in a very good memory, and the people are very welcoming and friendly. So, thank you for having us (Kami baru saja tiba kemarin, dan akan tinggal satu hari lagi di sini. Kami akan selalu menyimpan kenangan indah ini, orang-orangnya sangat ramah dan hangat. Terima kasih telah menyambut kami),” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelolaan Homestay Harry & Mimin, Mukmin Badu mengungkapkan bahwa selain wisatawan asing yang terlibat di lomba tradisional itu, juga masyarakat setempat dan anak-anak kursus Timuato Institut ikut memeriahkannya.
“Kegiatan hari ini dalam rangka memperingati 17 Agustus kemerdekaan Indonesia, dan kami mengadakan berbagai macam lomba, yang pesertanya dari ibu-ibu di Desa Timuato juga anak-anak kursus Timuato Institut, kemudian juga dimeriahkan dari wisatawan asing dari Francis dan Jerman,” tandas Mukmin.
Jelas Mukmin, kegiatan-kegiatan semacam itu tak hanya dilaksanakan di momen kemerdekaan. Melainkan dihari lain juga digelar.
“Ada dihari-hari tertentu kami juga mengadakan lomba-lomba tapi hanya khusus wisatawan asing yang tinggal di homestay,” kata Mukmin.
“Dan kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahun disetiap tanggal 17 Agustus,” lanjutnya tutup.
Reporter: Yayan











