Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Semarak HUT ke-81 RI, Komunitas Selam Gorontalo Gelar Transplantasi Terumbu Karang di Botutonuo

×

Semarak HUT ke-81 RI, Komunitas Selam Gorontalo Gelar Transplantasi Terumbu Karang di Botutonuo

Sebarkan artikel ini
HUT RI Gorontalo
Transplantasi Terumbu Karang di perairan Botutonuo oleh komunitas Selam di Gorontalo. Foto/ist

Dulohupa.id – Dalam rangka semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI), Komunitas Diver Santuy dan Komunitas Penggerak Konservasi kembali melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang di Desa Botutonuo, Bone Bolango pada Minggu pagi (16/08/2026).

Usai kegiatan, melalui Ketua Komunitas Diver Santuy, Hidayat Bachtiar mengungkapkan bahwa lokasi transplantasi terumbu karang ini memang merupakan spot yang telah sering dilaksanakan kegiatan semacam itu.

“Jadi tadi kami dalam rangka kemerdekaan melakukan penanaman bibit terumbu karang sebanyak 81,” ujar Hidayat kepada awak media.

Meski simbolik, namun Hidayat mengatakan bahwa sebelumnya pada kurun waktu Agustus ini telah ada lebih dari seribu bibit terumbu karang yang berhasil di transplantasikan. Adapun jenis terumbu karang yang dilestarikan cukup beragam.

“(manfaatnya) Selain kampanye lingkungan, setidaknya kami ingin menyampaikan kepada masyarakat sekitar bahwa pentingnya keberadaan terumbu karang, dengan melestarikan terumbu karang secara otomatis ikan akan bertambah, kemudian secara ekologis akan banyak hewan yang akan berkembang biak,” kata Hidayat.

“Dan secara fisik, terumbu karang juga bisa berfungsi sebagai pemecah ombak, sehingga menjaga garis pantai agar tidak tergerus,” lanjutnya.

Dalam kegiatan itu, sekitar 30 orang terlibat pelaksanaan transplantasi terumbu karang, baik dari Komunitas Diver Santuy, Komunitas Penggerak Konservasi, maupun mahasiswa.

“Tadi ada 2 bendera yang kami tancapkan disekitar terumbu karang,” tandasnya.

Selain kegiatan transplantasi terumbu karang, komunitas selam dan mahasiswa itu turut melakukan aksi bersih-bersih sampah disekitar kawasan pantai Botutonuo.

“Tadi kami juga sudah melakukan kegiatan kumpul sampah bersama kaka-kaka tadi (komunitas), kemudian ada ikut menyelam tadi,” ungkap mahasiswa UNG yang terlibat dan sedang menjalankan program KKN, Nurhayati M. Napu.

“Tadi didalam laut juga kami ada punggut sampah, kalau dilihat tadi itu didominasi sampah rumah tangga, karena didekat pemukiman masyarakat. Sampai dengan saat ini ya sampah itu belum bisa diolah dengan baik,” lanjut Egarian Hilala.

Menurut mereka, Pantai Botutonuo yang saat ini menjadi salah satu spot wisata yang ada di Gorontalo mestinya kedepan bisa lebih dijaga, terkhusus mengenai sampah itu sendiri.

Mendatang, menurut mereka akan kemudian melakukan kegiatan-kegiatan semacam itu, terlebih saat ini masih dalam suasana menjalankan program KKN di desa tersebut.

“Insya Allah kami akan melaksanakan beberapa program kerja yang juga akan melestarikan kembali Pantai Botutonuo ini salah satunya dengan transplantasi terumbu karang, Insya Allah kami akan laksanakan di dua minggu kedepan dalam program kerja yang kami jalankan,” jelas Egarian Hilala.

Sementara itu, Pemerhati Kelautan dan Wisata Bahari Gorontalo, Gusnar Lubis Ismail turut menambahkan bahwa dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan itu menunjukkan akan kejayaan maritim Indonesia itu berada di sektor perikanan.

Bagi dia, baik transplantasi terumbu karang maupun aksi bersih pantai merupakan bagian dari kampanye lingkungan untuk terus menjaga dan melestarikan alam Gorontalo, terlebih di momen HUT RI.

“Kegiatan ini merupakan wujud refleksi perjuangan modern dalam menjaga maritim Indonesia,” pungkasnya.

Reporter: Yayan