Dulohupa.id – Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah DAM Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato yang mengalami longsor dan menewaskan lima orang, diduga merupakan lokasi milik warga bernama Firman Pakaya.
Informasi tersebut terungkap setelah Dulohupa.id mengonfirmasi hal itu kepada anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Yusuf Lawani, pada Kamis (13/8/2026).
Sebelumnya, beredar informasi yang menyebut lokasi PETI yang tertimbun longsor tersebut merupakan milik Yusuf Lawani. Namun, informasi itu dibantah langsung oleh Yusuf dan justru menyebut pemiliknya adalah Firman Pakaya.
“Itu bukan saya punya lokasi. Lokasi itu milik Firman Pakaya,” ungkap Yusuf.
Yusuf mengakui dirinya memang memiliki lokasi pertambangan di wilayah DAM. Namun, lokasi miliknya tidak berada tepat di area yang mengalami longsor.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa lokasi tambang yang berada secara berurutan. Lokasi yang mengalami longsor disebut milik Firman Pakaya, kemudian berbatasan dengan lokasi milik Kusno, sebelum akhirnya sampai ke lokasi milik Yusuf.
“Lokasi saya di sebelah, masih ada satu lokasi dulu baru saya punya lokasi. Jadi milik Firman Pakaya, baru milik Kusno, baru itu saya punya,” ujar Yusuf.
Yusuf yang merupakan anggota Partai NasDem tersebut juga mengatakan dirinya saat ini tidak berada di lokasi kejadian. Ia mengaku sedang berada di Kota Gorontalo sehingga tidak mengetahui secara langsung kondisi di lapangan.
“Jadi saya tidak tahu, saya ini di kota. Jadi betul di situ juga ada lokasi Aldi Ibura,” tandasnya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai santunan bagi keluarga lima korban meninggal dunia akibat longsor tersebut, Yusuf mengaku belum mengetahui secara pasti.
Namun, ia menyambut baik apabila telah ada komitmen santunan dari pihak pelaku usaha di kawasan tersebut.
Menurut informasi yang diterimanya, Aldi Ibura pelaku usaha tambang lainnya akan memberikan santunan sebesar Rp10 juta untuk masing-masing korban meninggal dunia kepada keluarga korban.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai kepemilikan lokasi PETI tersebut masih berdasarkan keterangan Yusuf Lawani. Awak media masih berupaya menghubungi Firman Pakaya untuk melakukan konfirmasi terkait tudingan tersebut.
Reporter: Onal











