Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Boalemo Mengaku Trauma dan Minta Keadilan

×

Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Boalemo Mengaku Trauma dan Minta Keadilan

Sebarkan artikel ini
Pelecehan Boalemo
Seorang perempuan melakukan pelaporan di SPKT Polda Gorontalo terkait dugaan tindakan pelecehan seksual dari atasannya yang merupakan oknum Kepala SPPG di Boalemo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Korban dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan salah satu oknum Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Boalemo mengaku trauma mendalam atas perlakuan berulang yang diterimanya.

Setelah memberanikan diri melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Gorontalo pada Rabu (16/9/2026), korban menceritakan bahwa sejak peristiwa itu dirinya merasa sangat terganggu secara psikologis.

” Saya trauma dengan kejadian ini,” ujar korban kepada awak media.

Perempuan berusia 33 tahun itu mengaku, sempat berpikir berulang kali sebelum akhirnya memutuskan melapor. Ia takut jika berbicara nanti akan merusak nama baik tempatnya bekerja. Selain, korban juga turut menghawatirkan para pekerja yang nantinya bisa berimbas kepada mereka.

“Saya tetap mau melaporkan, cuman karena kemarin saya jaga nama baik dapur, kasihan juga relawan yang di dapur. Pencariannya mereka cuma disitu, jadi saya tidak berani buka suara,” ucap korban.

Perlakuan yang diduga dilakukan RS (Kepala SPPG) berulang kali, mulai dari masuk tanpa izin ke kamar korban, menyentuh area sensitif, hingga ucapan dan tindakan yang tidak pantas, membuat korban merasa tidak aman bahkan di tempat istirahatnya. Padahal ia satu-satunya perempuan yang tinggal di mess tersebut, dan rumahnya jauh dari lokasi kerja.

Kini, korban telah menerima surat pemberhentian dari tempat kerjanya tanpa alasan yang jelas. Meski demikian, ia akan terus memperjuangkan keadilan baginya.

“Cuma kemarin saya tidak tahu salahnya saya apa, tiba-tiba saya dikeluarin SP3, sedangkan isi SP3 saya tidak tahu, makanya saya berani buka suara,” jelasnya.

“Pelaporan saya hari ini terkait pelecehan kepala SPPG yang dilakukan kepada saya. Saya tadi sudah di BAP,” lanjut korban.

Dari laporan tersebut, korban berharap besar agar kasus ini dapat segera diproses, dan mendapatkan keadilannya.

“Harapan ke Polda Gorontalo, tegakkanlah keadilan untuk torang perempuan. Jangan sembunyikan hal-hal kasus begini. Saya mau keadilan itu ada,” pungkasnya.

Reporter: Yayan