Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOPERISTIWAPolda Gorontalo

90 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Pegunungan Lombongo

×

90 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Pegunungan Lombongo

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Lahan Gorontalo
Proses pemadaman api yang membakar lahan di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango. Foto/Hms

Dulohupa.idKebakaran lahan melanda kawasan pegunungan Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (14/9/2026) malam. Operasi pemadaman yang berlangsung dramatis dan penuh tantangan tersebut melibatkan lebih dari 90 personel tim gabungan.

Api pertama kali terlihat oleh masyarakat setempat sekitar pukul 12.15 WITA. Kencangnya angin dan banyaknya material mudah terbakar seperti pohon jati, rumpun bambu, serta dedaunan kering membuat kobaran api cepat membesar dan terpecah menjadi tiga titik.

Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol Satrya Perdana Panuntung Tarung, mengungkapkan bahwa, medan terjal di pinggir tebing gunung dan akses jalan yang sempit menjadi tantangan utama petugas di lapangan.

“Proses pemadaman tidak mudah. Petugas harus berjibaku di tiga titik api berbeda dengan medan pinggir tebing gunung yang curam serta akses jalan yang sempit,” ujar Satrya.

Kebakaran Lahan Lombongo

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan, Damkar Bone Bolango berkoordinasi dan meminta bantuan Direktorat Samapta Polda Gorontalo. Sekitar pukul 16.00 WITA, 37 personel Unit Pammat Dit Samapta beserta kendaraan taktis pemadam karhutla tiba di lokasi untuk memperkuat armada.

Sebanyak lebih dari 90 personel dari Dit Samapta Polda Gorontalo, Polres Bone Bolango, Polsek Suwawa, TNI, Damkar, BPBD, PMI, Balai PU, serta aparat desa dan warga saling bahu-membahu. Operasi ini dikerahkan menggunakan satu unit Rantis Karhutla, mobil AWC, unit Damkar, serta tiga armada tangki air.

Usai api dipadamkan, tim gabungan tetap melakukan proses pendinginan (cooling down) hingga pukul 00.00 WITA guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Berkat kesiapsiagaan lintas instansi, tidak ada korban jiwa dan api berhasil dicegah sebelum mencapai areal permukiman warga.