Scroll Untuk Lanjut Membaca
EKONOMIGORONTALO

Libatkan 450 UMKM, BI Gorontalo Catat Transaksi Rp5,66 Miliar di HARFEST 2026

×

Libatkan 450 UMKM, BI Gorontalo Catat Transaksi Rp5,66 Miliar di HARFEST 2026

Sebarkan artikel ini
HARFEST 2026 Gorontalo
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo Bambang Setya Permana bersama para pemenang lomba dancer yang dilaksanakan pada gelaran Harfest X GKK 2026. Foto/Diskominfotik

Dulohupa.id – Rangkaian Hulonthalo Art and Craft Festival (HARFEST) dan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 11–13 September 2026, tersebut ditutup di Gedung Gorontalo Post Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo, Minggu (13/9/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo Bambang Setya Perman menjelaskan, selama tiga hari kegiatan mendapa capaian positif bagi pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Gorontalo.

BI Gorontalo mencatat total transaksi sekitar Rp5,66 miliar dengan melibatkan 450 UMKM. Pelaku usaha street food yang beraktivitas di sepanjang Jalan Andalas juga turut menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang digerakkan melalui kegiatan tersebut.

Capaian itu menunjukkan HARFEST tidak sekadar menjadi ruang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi salah satu wadah untuk memperluas partisipasi pelaku usaha dalam aktivitas ekonomi daerah.

Antusiasme masyarakat terhadap HARFEST 2026 juga terbilang tinggi. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai sekitar 13.200 orang, atau meningkat 38,95 persen dibandingkan jumlah pengunjung pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Tingginya kunjungan tersebut memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih besar.

Dampak ekonomi HARFEST 2026 tidak hanya terlihat dari transaksi selama festival. Melalui rangkaian kegiatan business matching, tercatat Rp2,91 miliar komitmen pembiayaan bersama perbankan.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menghasilkan Rp820 juta penjualan antara UMKM dengan buyer dan mitra usaha.

Capaian tersebut membuka peluang kolaborasi lanjutan, sekaligus memperkuat akses pelaku UMKM terhadap pembiayaan dan pasar yang lebih luas.

Peluang ekspansi pasar bahkan mulai menjangkau tingkat internasional. Kopi Liberika Cempaka Putih asal Tolinggula, Gorontalo Utara, melalui Dellacious Coffee, berhasil memperoleh business matching ekspor dengan Three United dari Shibuya, Tokyo, Jepang.

Kesepakatan ini menjadi salah satu langkah awal bagi produk lokal Gorontalo untuk memasuki pasar global sekaligus membangun kepercayaan konsumen dan mitra usaha internasional terhadap kualitas produk daerah.

Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) turut memperkuat penyelenggaraan HARFEST 2026. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa budaya, kreativitas, pariwisata, dan UMKM dapat dikembangkan secara bersama sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Semangat menjaga keberlanjutan budaya Gorontalo juga diwujudkan melalui kegiatan Mo Karawo Kolosal. Kegiatan ini melibatkan ratusan pelajar yang diperkenalkan secara langsung dengan proses menyulam Karawo.

Pelibatan generasi muda tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan sekaligus kebanggaan terhadap Karawo sebagai salah satu warisan budaya khas Gorontalo.

Semarak HARFEST 2026 juga diperkuat dengan berbagai kompetisi yang menjadi ruang ekspresi dan kreativitas generasi muda Gorontalo.

Sejumlah kompetisi yang digelar antara lain Dance Cover Competition, Mobile Legends: Bang Bang, HARFEST Knowledge Battle, Lomba Menggambar dan Mewarnai, serta Latte Art Competition.

Tidak hanya kompetisi, HARFEST 2026 juga menghadirkan seminar nasional sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru bagi UMKM Gorontalo.

Salah satu potensi yang mengemuka dalam forum tersebut adalah pengembangan serat dari daun pisang sebagai material alternatif. Bahan tersebut dinilai dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk mendukung inovasi produk kain wastra daerah.

Dengan berbagai capaian tersebut, HARFEST 2026 menunjukkan bahwa festival ekonomi kreatif dapat memberikan dampak yang berlapis. Tidak hanya menggerakkan transaksi ekonomi, kegiatan ini juga memperluas akses pasar UMKM, membuka peluang pembiayaan, mendorong ekspor, serta memperkuat pelestarian budaya dan inovasi produk lokal.

Kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, dan berbagai mitra strategis diharapkan dapat terus diperkuat sehingga HARFEST mampu menjadi ruang kolaborasi yang berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi kreatif Gorontalo yang semakin inklusif.

Redaksi