Dulohupa.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menyampaikan kebijakan fiskal daerah dalam APBD Provinsi Gorontalo tahun 2027 melalui konferensi pers yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Minggu (13/9/2026).
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam pemaparan kebijakan fiskal daerah, Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan sejumlah target pembangunan untuk 2027. Target tersebut tidak hanya mengacu pada angka yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tetapi juga mempertimbangkan perkembangan capaian indikator pembangunan terkini.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo, Wahyudin Athar Katili, mengatakan target pembangunan 2027 sebenarnya telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namun, pemerintah daerah tidak ingin hanya berpatokan pada target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Menurut Wahyudin, kondisi riil dan capaian sejumlah indikator pembangunan menunjukkan adanya peluang bagi Gorontalo untuk menetapkan target yang lebih tinggi.
“Di tahun 2027 sebenarnya kita sudah memiliki target yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Namun demikian, kami juga tidak melihat sekadar target dalam RPJMD,” jelas Wahyudin.
Ia mengatakan terdapat sejumlah komponen indikator kinerja pembangunan yang menunjukkan capaian cukup besar. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Gorontalo untuk menyusun target optimistis pada 2027.
“Ini yang dinamakan target optimis untuk 2027. Ini memang menjadi bahan evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan, bahwa layaknya Gorontalo sudah harus lebih optimis lagi dalam menetapkan target,” ujarnya.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi. Dalam RPJMD, target pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada 2026 berada di angka 5,65 persen. Namun berdasarkan realisasi terbaru hingga triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Gorontalo telah mencapai sekitar 6,20 persen.
Dengan melihat capaian tersebut, pemerintah setempat optimistis di tahun 2027, pertumbuhan ekonomi di Gorontalo dapat berada pada kisaran 6,3 hingga 6,70 persen.
Wahyudin menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Gorontalo masih banyak ditopang oleh sektor pertanian yang kontribusinya berada di atas 30 persen. Selain pertanian, aktivitas hilirisasi juga mulai menunjukkan perkembangan. Sektor pertambangan dan galian disebut mulai tumbuh, sementara hilirisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mulai menggeliat.
“Kita sadar bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo lebih besar didorong oleh sektor pertanian di atas 30 persen. Kemudian hilirisasi sudah mulai tumbuh, terutama sektor galian dan pertambangan. Kita juga memiliki beberapa karakter, terutama dengan hilirisasi UMKM yang sudah mulai bergeliat di Gorontalo,” kata Wahyudin.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga optimistis terhadap penurunan angka kemiskinan. Dalam RPJMD, target kemiskinan Gorontalo pada 2026 ditetapkan sebesar 13,08 persen. Sementara realisasi terbaru telah mencapai 12,16 persen.
Wahyudin menyebut, penurunan angka kemiskinan tersebut berlangsung secara konsisten sejak 2020 hingga 2026. Menurutnya, tren tersebut menunjukkan kebijakan penanggulangan kemiskinan di daerah mulai memberikan hasil.
“Ini kemiskinan kita konsisten menurun dari tahun 2020 sampai dengan 2026. Ini secara konsisten,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan kemiskinan ekstrem di Gorontalo sebagian besar terus mengalami penurunan dan mulai mendekati garis kemiskinan.
Pemerintah, lanjutnya, kini perlu menjaga kondisi tersebut melalui kebijakan yang mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Untuk 2027, Pemprov Gorontalo optimistis angka kemiskinan dapat ditekan hingga di bawah 11 persen.
Sementara itu, indikator tingkat pengangguran terbuka (TPT) masih menjadi salah satu perhatian pemerintah karena pergerakannya dinilai belum sepenuhnya stabil.
Dalam RPJMD, target TPT 2026 berada pada kisaran 3,01 hingga 3,26 persen. Adapun realisasi terbaru tercatat 3,17 persen.
Untuk 2027, target RPJMD berada pada rentang 2,95 hingga 3,32 persen. Namun Pemprov Gorontalo memasang target yang lebih optimistis, yakni menekan TPT hingga di bawah 2,90 persen.
Selain indikator ekonomi, pemerintah daerah juga melihat perkembangan positif pada indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks modal manusia.
Wahyudin menilai kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, serta aspek lain yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
“Indeks pembangunan juga cukup baik, indeks modal manusia juga cukup baik. Artinya, di sektor pendidikan, kesehatan, dan beberapa hal lainnya terkait dengan kualitas sumber daya manusia, Gorontalo memiliki kemajuan yang cukup besar,” jelasnya.
Karena itu, Pemprov Gorontalo juga akan menetapkan target yang lebih optimistis untuk sejumlah indikator pembangunan manusia, termasuk rasio Gini, indeks pembangunan manusia, dan indeks modal manusia pada 2027.
Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah daerah berharap target optimistis yang ditetapkan tidak hanya menjadi angka dalam dokumen perencanaan, tetapi dapat menjadi pijakan untuk mendorong percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo.
Reporter: Enda











