Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Dapat Remisi Bebas di HUT RI, Warga Binaan: Pertama Saya Temui Orang Tua

×

Dapat Remisi Bebas di HUT RI, Warga Binaan: Pertama Saya Temui Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Remisi HUT RI
Jemi Tangahu, salah satu dari 19 warga binaan yang mendapatkan Remisi Umum II yang dimana setelah mendapatkan remisi ini dinyatakan langsung bebas. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Sebanyak 666 warga binaan di seluruh Lapas/LPKA wilayah Gorontalo mendapatkan Remisi Umum bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana (PMP) Umum bagi Anak Binaan pada tahun 2026 di momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Besaran Remisi Umum bagi Narapidana dan Anak Binaan bervariasi, mulai dari 1 bulan, 2 bulan hingga 5 bulan. Dari ratusan penerima remisi ini, terdiri dari Remisi Umum I (pengurangan sebagian) sebanyak 647 orang, dan Remisi Umum II sebanyak 19 orang, yang dimana setelah mendapatkan remisi ini dinyatakan langsung bebas.

Salah satu dari 19 warga binaan yang akan segera bebas itu Jemi Tangahu. Ia mengatakan sangat bersyukur atas remisi yang didapatkan.

“(bagaimana perasaannya?) Yang pasti senang,” ujar Jemi kepada awak media pada Senin (17/08/2026).

Kata Jemi, setelah bebas nanti yang pertama akan ditemui adalah orang tuanya.

“(nanti keluar siapa yang pertama akan ditemui?) Orang tua yang saya akan temui,” ucapnya.

Jemi sendiri telah menjalani masa hukumannya 2 tahun, dari total hukuman yang dijatuhkan selama 2 tahun 6 bulan.

“Menjalani hukuman 2 tahun, dari vonis 2 tahun 6 bulan,” jelasnya.

Dijelaskan, selama menjalani masa hukuman, Jemi mengaku mendapatkan sejumlah pelatihan serta pembinaan didalam Lapas. Selain remisi di HUT kemerdekaan, Jemi juga sebelumnya mendapatkan remisi hari raya kemarin.

Sementara itu, ditambahkan Kanwil Ditjenpas Gorontalo, Bambang Haryanto bahwa setelah bebas nanti pada warga binaan ini tentu akan mendapatkan pendamping.

“Ada, nanti akan dilakukan pendampingan oleh teman-teman kami di Balai Pemasyarakatan. Mereka nanti dibina oleh para pembimbing kemasyarakatan di lapas,” ucap Bambang.

Bambang berharap, agar warga binaan yang telah menjalani masa pembinaan bisa kembali dan menjalani kehidupan ditengah masyarakat dengan lebih baik.

“Harapan saya segera pulang, melepas rindu dengan keluarga, pastikan jangan masuk lagi. Sudah cukup sekali,” ungkapnya.

“Kalau perlu sampaikan kepada para tetangga dan keluarganya, jangan pernah masuk ke dalam Lapas. Jadi gak ada enaknya di Lapas, bagaimana orang kalau dikurung? pasti tidak enak. Hilang kemerdekaan,” sambungnya.

Tak hanya itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail turut menyampaikan harapannya agar warga binaan untuk bisa terus mengikuti program pembinaan dengan baik selama menjalani masa hukuman.

“Jadi saya berharap kepada warga binaan untuk terus, berdisiplin diri, tertib, dan melaksanakan semua ketentuan yang ada di lapas ini. Sehingga remisinya juga bisa bertambah,” kata Gusnar.

Selain itu, saat ditanyakan terkait peran pemerintah kedepan setelah para warga binaan ini bebas, Gusnar memastikan pasti akan ada pendampingan lebih lanjut.

“(apakah yang sudah bebas mungkin diberikan modal usaha atau pendampingan?) Iya, pastilah itu. Karena keterampilan juga perlu, ya. Oleh sebab itu, mereka jangan tercabut dari kehidupan sosial yang ada di masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Yayan