Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Terkait Tambang Batu Hitam Ilegal, AMPK Desak Kapolda Copot Kapolres Bone Bolango

282
×

Terkait Tambang Batu Hitam Ilegal, AMPK Desak Kapolda Copot Kapolres Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Copot Kapolres Bone Bolango
Sejumlah massa aksi menggelar unjuk rasa did epan Mapolda Gorontalo terkait polemik penambangan batu hitam ilegal/Ist

Dulohupa.id – Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) Provinsi Gorontalo menggelar unjuk rasa di Depan Polda Gorontalo, Jumat (11/11/2022). Unjuk rasa itu terkait polemik penambangan Batu hitam ilegal di Bone Bolango.

Massa aksi mendesak Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika mencopot Kapolres Bone Bolango, AKBP Emile Restei Hartanto.

Koordinator Lapangan aksi unjuk rasa, Friskival Ismail meminta Kapolda menindak tegas Kapolres Bone Bolango yang diduga terlibat dalam hal aktivitas pertambangan batu hitam ilegal.

Menurutnya, Kapolres Bone Bolango yang sebagai penegak hukum tidak mampu menertibkan aktivitas pertambangan, malah diduga membackup penambangan ilegal tersebut.

“Ada batu hitam yang kemudian diloloskan dan ada juga tidak diloloskan, ini kan menjadi pertanyaan. Nah bagaimana peranan fungsi dari Kapolres Bone Bolango menertibkan batu hitam ini, tapi sampai sekarang tidak ada. Sehingga kami meminta Kapolda mencopot atau mengganti Kapolres Bone Bolango,” ungkap Friskival.

Massa aksi juga mendesak Kapolda Gorontalo melakukan pemeriksaan terhadap Investor bernama Warsono yang diduga mendanai aktivitas penambangan ilegal.

“Kami meminta juga penegak hukum bisa mengadili investor selain dari WNA china yang belum tersentuh hukum untuk diproses. Terindikasi ini ada tebang pilih dalam hal penegakan hukum,” kata Friskival.

“Penegak hukum perlu menelusuri lagi terhadap saksi-saksi yang ikut terlibat karena berpartisipasi meloloskan batu hitam ilegal yang dikirim keluar Gorontalo. Misalnya pihak Kantor KSOP Gorontalo selaku otoritas Pelabuhan karena diduga terlibat bersama-sama,” tandas Korlap.

Sebelumnya dalam sidang kasus pertambangan batu hitam ilegal yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Gorontalo, salah satu saksi bernama Taufik Ramdani menyebut nama selain 4 WNA China Terdakwa sebagai pengepul hasil tambang batu hitam ilegal di Kabupaten Bone Bolango. Keduanya adalah, Oknum Kapolres Bone Bolango AKBP ERH dan salah seorang pengusaha bernama Warsono.

“Awalnya pak Warsono ini meminta kepada Kapolres Bone Bolango membelikan Batu Hitam, namun ditengah perjalanan, Mr.Huang datang dan menyampaikan akan membeli batu dan harganya lebih tinggi dari pembelian pak Kapolres,” kata Taufik Ramdani Seban.

Menurut Taufik, Mr huang masuk dalam bisnis batu hitam tersebut dan menawarkan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp700 ribu per karung.

“Sementara harga dari pak Kapolres itu hanya Rp550 ribu per karung,” ujar Taufik

Usai persidangan, dihadapan para wartawan, Taufik Ramdani Seban mengaku memiliki bukti transferan dana dan rekaman pembicaraan, antara dirinya dengan Kapolres Bone Bolango.

Pernyataan saksi Taufik Ramdani Seban tersebut belum juga ditanggapi oleh Kapolres Bone Bolango saat Dikonfirmasi melalui telepon seluler, karena Perwira menengah Polri itu belum juga memberikan tanggapannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, SIK saat dimintai tanggapannya menegaskan, Keterangan saksi dalam sebuah persidangan tetap harus diuji kebenarannya.

“Keterangan saksi di persidangan kan juga harus dibuktikan kebenarannya. Apakah hakim sudah pernah memerintahkan Jaksa untuk menghadirkan oknum yang dimaksud guna menggali kebenaran materiil tentang adanya keterlibatan oknum tersebut,” Tegasnya.

Redaksi