Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWAVideo

Kapolda Gorontalo Tanggapi Oknum Kapolres Diduga Terlibat Tambang Ilegal

803
×

Kapolda Gorontalo Tanggapi Oknum Kapolres Diduga Terlibat Tambang Ilegal

Sebarkan artikel ini
Oknum Kapolres Gorontalo
Kapolda Gorontalo Irjen Helmy Santika saat diwawancarai awak media, Sabtu (11/11/2022). (Dok: Dulohupa)

Dulohupa.id – Kapolda Gorontalo Irjen Pol Helmy Santika menanggapi adanya oknum Kapolres yang disebut diduga terlibat penambangan batu hitam ilegal.

Irjen Helmy mengaku terkait persoalan itu sudah ada pengaduannya. Kapolda Gorontalo memastikan akan mendalami sejauh mana keterlibatannya.

“Memang pertama sudah ada pengaduan, kedua kalau itu memang sudah jadi fakta persidangan, kami akan mendalami sejauh mana keterlibatannya,” ungkap Irjen Helmy saat diwawancarai awak media usai kegiatan Ngobrol bareng polisi yang digelar di Mapolda Gorontalo, Jumat (11/11/2022).

Ia mengatakan, tentunya persoalan ini paling utama adalah harus melihat secara objektif.

“Bisa saja disebut dalam persidangan, tapi ternyata belum memenuhi rana perbuatan tindak pidana. Tetapi kita akan lakukan pendalaman dan mendalaminya secara Objektif,” tegas Kapolda Gorontalo.

Nonton Video: Kapolda Gorontalo Tanggapi Oknum Kapolres Diduga Terlibat Tambang Ilegal

Sebelumnya Kapolres Bone Bolango, AKBP Emile Restei Hartanto disebut oleh seorang saksi dalam persidangan kasus penambangan batu hitam ilegal yang digelar di pengadilan negeri Kota Gorontalo pada Kamis (10/11/2022).

Taufik Ramdani selaku saksi menyebut, Oknum Kapolres Bone Bolango AKBP ERH dan salah seorang pengusaha bernama Warsono diduga sebagai pengepul hasil tambang batu hitam ilegal.

“Awalnya pak Warsono ini meminta kepada Kapolres Bone Bolango membelikan Batu Hitam, namun ditengah perjalanan, Mr Huang datang dan menyampaikan akan membeli batu dan harganya lebih tinggi dari pembelian pak Kapolres,” kata Taufik Ramdani Seban.

Menurut Taufik, Mr huang masuk dalam bisnis batu hitam tersebut dan menawarkan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp700 ribu per karung.

“Sementara harga dari pak Kapolres itu hanya Rp550 ribu per karung,” ujar Taufik

Usai persidangan, dihadapan para wartawan, Taufik Ramdani Seban mengaku memiliki bukti transferan dana dan rekaman pembicaraan, antara dirinya dengan Kapolres Bone Bolango.

Redaksi