Dulohupa.id – Semangat keagamaan yang tinggi ditunjukkan oleh Mardi Wijoyo, atau yang akrab disapa Mbah Mardi. Di usianya menginjak 103 tahun, warga asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini resmi diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Mbah Mardi tercatat sebagai salah satu calon jemaah haji tertua yang mematahkan keterbatasan fisik demi memenuhi rukun Islam kelima.
Meski usianya sudah seabad lebih, Mbah Mardi menunjukkan kondisi fisik yang luar biasa. Saat tiba di Asrama Haji Donohudan untuk menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan terakhir, ia bahkan sempat menolak fasilitas kursi roda yang ditawarkan oleh petugas pelayanan haji.
“Selama kaki saya masih kuat melangkah, saya ingin berjalan sendiri,” ujar Mbah Mardi saat ditemui di sela-sela persiapan keberangkatan.
Pihak tim medis yang memeriksa Mbah Mardi menyatakan bahwa kondisi kesehatannya relatif stabil dan layak untuk terbang (met syarat istitha’ah kesehatan), meskipun pengawasan ketat dari petugas kloter tetap akan diberlakukan sepanjang fase ibadah di Arab Saudi.
Keberangkatan Mbah Mardi tahun ini merupakan buah dari kesabaran dan ketekunannya menabung selama puluhan tahun dari hasil pendapatan sehari-harinya yang bersahaja. Berkat komitmen tersebut, antrean panjang haji yang sempat tertunda akhirnya bisa ia lalui hingga jadwal keberangkatannya tiba.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengonfirmasi bahwa Mbah Mardi mendapatkan pendampingan khusus (prioritas lansia) guna memastikan keamanan dan kenyamanannya selama menjalankan ibadah, baik di Mekkah maupun Madinah.
Saat ini, Mbah Mardi bersama rombongan kelompok terbangnya (kloter) dijadwalkan langsung bertolak menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, untuk memulai rangkaian ibadah haji.











