, , ,

Oknum Kapolres di Gorontalo Disebut Ikut Jadi Pengepul Hasil Tambang Ilegal

oleh -362 Dilihat
tambang ilegal
Suasana sidang kasus penambangan batu hitam Ilegal di Kabupaten Bone Bolango/Ist

Dulohupa.id – Sidang kasus pertambangan ilegal di Kabupaten Bone bolango, Gorontalo menguak sebuah informasi yang cukup mencengangkan. Taufik Ramdani Seban, salah seorang saksi dalam persidangan penyebut keterlibatan Kapolres Bone Bolango dalam aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Bone Bolango.

Tak tanggung-tanggung, Kapolres Bone Bolango AKBP ERH disebut menjadi salah satu pengepul batu hitam, salah satu komoditas tambang yang saat ini tengah digandrungi oleh penambang di Gorontalo.

Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus batu hitam ilegal di Pengadilan Negeri Kota Gorontalo, Kamis (10/11/2022). Sidang lanjutan tersebut menghadirkan dua orang saksi yakni Supriadi Alaina dan Taufik Ramdani Seban.

Dalam keterangannya, Salah seorang saksi Taufik Ramdani Seban menyebut dua nama lain selain 4 WNA Terdakwa sebagai pengepul hasil tambang batu hitam ilegal di Kabupaten Bone Bolango. Keduanya adalah, Oknum Kapolres Bone Bolango AKBP ERH dan salah seorang pengusaha bernama Warsono.

“Awalnya pak Warsono ini meminta kepada Kapolres Bone Bolango membelikan Batu Hitam, namun ditengah perjalanan, Mr.Huang datang dan menyampaikan akan membeli batu dan harganya lebih tinggi dari pembelian pak Kapolres,” kata Taufik Ramdani Seban.

Menurut Taufik, Mr huang masuk dalam bisnis batu hitam tersebut dan menawarkan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp700 ribu per karung.

“Sementara harga dari pak Kapolres itu hanya Rp550 ribu per karung,” ujar Taufik

Usai persidangan, dihadapan para wartawan, Taufik Ramdani Seban mengaku memiliki bukti transferan dana dan rekaman pembicaraan, antara dirinya dengan Kapolres Bone Bolango.

Sayangnya, Hingga kini pernyataan saksi Taufik Ramdani Seban tersebut belum juga ditanggapi oleh Kapolres Bone Bolango AKBP ERH. Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Perwira menengah Polri itu belum juga memberikan tanggapannya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, SIK saat dimintai tanggapannya menegaskan, Keterangan saksi dalam sebuah persidangan tetap harus diuji kebenarannya.

“Keterangan saksi di persidangan kan juga harus dibuktikan kebenarannya. Apakah hakim sudah pernah memerintahkan Jaksa untuk menghadirkan oknum yang dimaksud guna menggali kebenaran materiil tentang adanya keterlibatan oknum tersebut,” Tegasnya.

Sebelumnya, Saat ini empat WNA asal China tengah menjalani proses persidangan dengan nomor perkara 177/Pid.Sus/2022/PN Gto, dengan terdakwa yaitu Terdakwa 1 HUANG DINGSHENG Alias Mr. HUANG anak dari HUANG CHAOXI, terdakwa 2 CHEN JINPING Alias Mr. CHEN anak dari CHEN XI SHU.

Serta nomor perkara 178/Pid.Sus/2022/PN Gto, terdakwa 1 GAN HANSONG anak dari GAN DONG CHI, dan terdakwa 2 GAN CAIFENG anak dari GAN DONG CHI.

Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.