Dulohupa.id – Diduga alami keracunan makanan, 14 orang warga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Daerah Aloei Saboe, Kota Gorontalo.
Tercatat ada 43 orang diduga alami keracunan usai makan di acara doa arwah 40 hari di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo pada Minggu (25/05/2025) kemarin. Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit seperti, RS Aloei Saboe, RS Multazam dan RS Siti Khadijah.
Korban rata-rata mengalami sakit perut hingga muntaber usai diduga makan ayam suwir yang disajikan tuan rumah.
“Awalnya ada makan di 40 hari, makan ayam suwir-suwir dan kuah sup. Baru sudah jam setengah dua belas begitu, mulai reaksi sakit perut. Diampal pusing, suar dingin, terus muntah,” ujar Sumriyah Hasan, salah satu korban.
“Dibawa ke rumah sakit jam setengah tiga. Saya sudah kejang-kejang dn dibawa ke rumah sakit, kalau tidak mo mati di rumah ini,” lanjut Sumriyah.
Sementara Wakil Direktur Pelayanan, Diklat, dan Keperawatan RS Aloei Saboe, Boby Harun Oko mengungkapkan bahwa keseluruhan pasien masih secara berangsur.
“Memang di kita (RS Aloei Saboe) ada total 14 orang yang dirujuk ke kita, 5 orang perempuan dan 9 orang laki-laki,” ujar Boby kepada awak media, Senin (26/05/2025).
Lebih lanjut kata Boby, dari keseluruhan pasien, 13 orang pasien dilakukan rawat jalan, sementara satu orang pasien dalam perawatan inap.
“Memang mereka ini ter informasi dari suatu acara (doa arwah 40 hari), setelah dilakukan anamnesa rata-rata mereka dari situ dan keluhannya setelah acara itu satu jam kemudian mereka pulang itu mual, muntah, pusing kemudian lemas,” ucapnya.
Menurut Boby, dari anamnesa perawat keseluruhan pasien diduga keracunan berupa menu ayam suwir saat di acara itu.
“Terindikasi, kalau terjadi kejadian serentak begitu ada keracunan,” ujar Boby.
Berdasarkan data yang diterima awak media dari Polsek Kota Timur, tercatat ada 43 orang yang diduga mengalami keracunan.
Dari 43 warga, 28 orang termasuk sejumlah anak-anak dilarikan ke 3 rumah sakit (RS) yang tersebar di RS Multazam, RS Aloei Saboe dan RS Siti Khadijah. Sementara 15 orang lainnya hanya sakit ringan melakukan perawatan mandiri.
Reporter: Yayan











