Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Pastikan Stok Pangan Aman Meski Kemarau

×

Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Pastikan Stok Pangan Aman Meski Kemarau

Sebarkan artikel ini
Kemarau di Gorontalo
Beras Program Bantuan Pangan. Foto/Badan Pangan Nasional

Dulohupa.id – Di tengah memuncaknya kemarau di Gorontalo, hampir disegala sektor terdampak diakibatkannya. Sejak mulai menghantam, diperkirakan kemarau akan mengalami puncaknya pada bulan Agustus-September 2026. Meski begitu, juga sempat disampaikan bahwa kemarau ini akan terjadi hingga akhir tahun dan memasuki awal tahun nanti.

Saat ini, sejumlah upaya terus dilakukan pemerintah daerah dalam meminimalkan dampak dari kemarau. Baik disektor pertanian, atau pada dampak kekurangan air bersih ditengah masyarakat, dan lainnya. Namun ada satu hal juga yang tak bisa luput dari perhatian, yaitu terikat ketersediaan stok pangan Gorontalo ditengah musim kekeringan ini.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario mengungkapkan bahwa pasokan pangan saat ini terbilang masih aman meski di tengah musim kemarau.

“Kalau stok pangan tidak ada masalah,” ujar Muljady kepada Dulohupa saat ditemui pada Kamis (13/08/2026).

Jelas Muljady, hal tersebut bukan tanpa dasar, sebab meskipun ditengah musim kemarau yang saat ini melanda, namun hampir rata-rata petani padi di Gorontalo telah memasuki fase jelang panen.

“Karena seperti yang saya sampaikan, padi kita kan rata-rata sudah menjelang panen semua,” jelasnya.

“Jadi stok pangan kita tidak ada masalah. Baik di Bulog maupun yang ada di petani, di penggilingan juga kita pantau cukup,” sambung Muljady.

Dinas Pertanian Gorontalo
Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario saat menjelaskan terkait kondisi dampak kemarau pada lahan pertanian di Gorontalo. Foto/Dulohupa

Selain memastikan ketersediaan stok pangan Gorontalo saat ini tak bermasalah, Muljady turut mengungkapkan bahwa pemerintah juga memiliki program bantuan pangan sehingga, meski ditengah musim kemarau soal pangan terbilang aman.

“Dan kita juga tetap ada namanya bantuan pangan. Kita bantuan pangan itu kurang lebih ada 8 ribuan paket yang kita bagikan,” ucapnya.

Program bantuan pangan ini kata Muljady tak hanya menyasar bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seperti Keluarga Rentan, penerima Program Keluarga Harapan (PKH), penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), tapi juga bagi mereka (petani) yang terdampak karena kemarau ini.

“Karena petani juga termasuk konsumen, tidak saja produsen tapi juga konsumen. Jadi terdampak juga mereka kita bantu,” pungkasnya.

Reporter: Yayan