Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWA

Kunjungan Wapres RI di Gorontalo Dinilai Rugikan Pedagang Takjil

×

Kunjungan Wapres RI di Gorontalo Dinilai Rugikan Pedagang Takjil

Sebarkan artikel ini
Kunjungan Wapres di Gorontalo
Suasana pedagang Takjil di kawasan Menara Limboto. Foto: Herman Dulohupa

Dulohupa.id – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Maruf Amin rencananya akan melakukan kunjungan kerja di Gorontalo pada Kamis (13/4/2023) hari ini.

Namun Wapres belum tiba di Gorontalo, sudah ada riak-riak dari sejumlah emak-emak pedagang takjil yang ada di kawasan simpang 4 menara Limboto.

Mereka memprotes soal pembatasan waktu bagi penjual karena adanya kunjungan Wapres Maruf yang akan melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturahman Limboto, Kabupaten Gorontalo pada besok hari.

Salah satu pedagang takjil, Yolanda Djafar mengaku pembatasan ini bisa-bisa membuat mereka rugi.

“Kalau kami berjualan dari jam 4 sore, maka otomatis kesempatan kami tinggal 2 jam untuk berjualan takjil. Maksud saya, kalau wakil presiden ingin berkunjung, berkunjung saja, tapi jangan batasi aktivitas kami, kami rugi,”ujar Yolanda.

Yolanda menuturkan, penjual takjil di kawasan ini dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas kunjungan Wapres.

“Saya yakin jualan ini tidak akan mengganggu wakil presiden. Boleh dibatasi, tapi bayar kerugian kami untuk satu hari. Kalau tidak, kami tidak mau,” tegas Yolanda.

Begitu pula protes yang disampaikan Lince Potutu. Pembatasan aktivitas malah akan merugikan pedagang kecil. Terlebih saat ini jualan takjil dikawasan menara sepi pembeli.

“Jualan dari jam 1 siang saja belum ada jaminan kalau dagangan kami laku, belum lagi takjil sepi pembeli. Saya tidak mau, tidak sepakat,” kata Lince.

Sementara itu, Kasie Pelatihan dan Mobilisasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gorontalo, Isravandy Ishak saat diwawancarai mengatakan untuk pembatasan waktu tersebut dalam rangka pengamanan kunjungan Wapres RI.

Pembatasan aktivitas pedagang itu kata dia, hanya akan berlaku sampai dengan pukul 15.00 WITA atau pukul 3 sore.

“Pemerintah melalui Satpol PP memberikan kebijakan untuk mereka melakukan aktivitas mulai dari jam 3 sore. Mulai dari jam 3 pedagang boleh melakukan aktivitas jualan takjil,” kata dia.

“Jika seandainya tidak ada kunjungan, mereka bisa berjualan seperti biasa. Kami imbau kepada para pedagang untuk memaklumi kunjungan wakil presiden. Harusnya kita merasa bangga dikunjungi Bapak Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” tandas Isravandy Ishak.

Reporter: Herman Abdullah