Dulohupa.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Barikade 98 Benny Rhamdani mengungkap ada empat musuh yang menjadi ancaman di Indonesia.
“Musuh pertama adalah Cendana, kedua adalah Oligarki Orba, ketiga adalah Pengusaha Hitam, dan keempat adalah HTI,” tegasnya pada acara pengukuhan Pengurus DPW Barikade 98 Gorontalo, bertempat di Warunk Upnormal Gorontalo, Kota Gorontalo Senin (24/1/22) tadi malam.
Dia membeberkan, bahwa Cendana belum bisa terima atas penumbangan rezim Suharto di orde baru, dan sekarang mereka terus melakukan konsolidasi untuk kembali berkuasa.
“Suatu saat pada momentum tertentu mereka (cendana) ingin kembali berkuasa, karena dendam sejarah penggulingan Suharto. Tentu ini secara politik tidak mungkin mereka terima,” bebernya
Selanjutnya, kata dia sekarang ini oknum-oknum oligarki masih ada disetiap institusi dan cabang-cabang kekuasaan.
“Kalau kita bicara Orba, bisa dilihat dari perilaku kalau dia perilaku KKN menindas rakyat. Itu bagian dari Orba, nah ini yang kita waspadai,” ujarnya
Dan ia menegaskan Presiden Jokowi tidak ada lagi bisnis yang mentolerir sekelompok kecil orang atau gangster yang bisa menjarah dan menguasai potensi-potensi ekonomi nasional.
“Mereka kelompok gangster yang menguasai dan menjarah potensi ekonomi nasional selama 32 tahun orde baru berkuasa, kembali melakukan konsolidasi untuk menjarah lagi ekonomi-ekonomi nasional kita,” tegasnya
Kemudian mengenai mengenai Hizbut Tatrir Indonesia (HTI) , ia menuturkan bahwa memang secara organisasi HTI telah dibubarkan. Namun menurutnya, orang-orang dan jaringannya masih ada, dan terus melakukan konsolidasi.
“Kemudian yang keempat adalah HTI, dan jaringannya ini kan bahaya laten. Saya berani menyebutlah, kalau kita menyatakan PKI itu berbahaya, ya sama, HTI juga berbahaya. Kalau ada yang mengatakan HTI bisa disamakan dengan PKI, ya sama,” tegasnya
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barikade 98 Provinsi Gorontalo, Samsi Pomalingo menegaskan bahwa, pihaknya akan komitmen dan konsisten, berada di barisan paling depan melawan gerakan ekstrimis di daerah Gorontalo ini.
“Kami tidak akan pernah goyah, dan tidak akan pernah memberikan sejengkal pun tanah bagi mereka gerakan ekstrimis di Gorontalo yang kita cintai ini,” jelasnya
Olehnya dirinya mengajak kepada para aktivis, untuk bersama-sama bergandengan tangan dengan Barikade 98, menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai provinsi yang aman, sejahtera dari rongrongan gerakan ekstrimis dan gerakan radikal islam trans nasional, yang hendak mengacaukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mereka para eks HTI masih ada dan berada di Provinsi Gorontalo, dan itu kita bisa deteksi keberadaan mereka. Untuk itu, kita nyatakan lawan untuk mereka, agar kita bisa bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya
Reporter: Faisal Husuna











