Dulohupa.id – Ketegangan di tubuh Asosiasi Futsal Provinsi Gorontalo terus memanas. Kali ini giliran Asosiasi Futsal Kota Gorontalo yang angkat suara dan melayangkan protes keras kepada Ketua AFP Provinsi Gorontalo, menyusul tidak adanya pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan Liga Nusantara (Linus).
Yang lebih mengejutkan, Kota Gorontalo sejatinya adalah tuan rumah pelaksanaan Linus. Namun, justru mereka tidak dilibatkan, tidak diberi informasi, dan seolah-olah dianggap tidak ada. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap struktur organisasi dan penghinaan terhadap daerah yang menjadi penyelenggara.
“Kami ini tuan rumah, kami voters, kami pendukung dalam sistem organisasi. Minimal ada pemberitahuan resmi. Ini bukan soal teknis, ini soal etika dan cara menghargai,” ujar perwakilan Asosiasi Futsal Kota Gorontalo, Yusran A Doda.
Dalam organisasi yang sehat, keterbukaan informasi dan komunikasi antar-pengurus adalah hal yang mutlak. Ketika Ketua AFP justru menyembunyikan agenda penting seperti Linus, dan mengabaikan hak serta peran strategis dari asosiasi kota, maka wajar jika muncul kecurigaan akan adanya kepentingan tersembunyi.
“Kalau memang tidak tahu cara menghargai konstituen, lebih baik mundur. Jabatan bukan milik pribadi. Ketua AFP seharusnya menjadi pemersatu, bukan pembuat konflik dan pemecah suara,” ucapnya.
Asosiasi Futsal Kota Gorontalo menegaskan bahwa mereka selama ini selalu berada dalam barisan pendukung dan tidak pernah mengambil langkah konfrontatif. Namun, ketika peran mereka sebagai tuan rumah dan voters terabaikan, sudah saatnya kami menyuarakan secara terbuka.
“Kami tidak akan diam. Ini bukan lagi soal kebijakan, ini soal harga diri organisasi. Ketua AFP Gorontalo harus bertanggung jawab dan memberi penjelasan. Jika tidak mampu, silakan mundur,” tutup pernyataan resmi tersebut.
Reporter: Yayan











