Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Sidang Kasus Kematian Mahasiswa IAIN Gorontalo, 5 Tersangka Didakwa 359 KUHP

115
×

Sidang Kasus Kematian Mahasiswa IAIN Gorontalo, 5 Tersangka Didakwa 359 KUHP

Sebarkan artikel ini
Sidang Mahasiswa Gorontalo
Suasana sidang kasus kematian mahasiswa IAIN Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Kasus meninggalnya mahasiswa  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang mengikuti kegiatan pengkaderan kini masuk pada tahap persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan. Sidang tersebut berlangsung di ruang sidang Pengadilan Tipikor Gorontalo. Senin (06/05/2024).

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Santo Musa mengatakan para tersangka didakwa dengan pasal 359 KUHP, dengan unsur pasal setiap orang yang melakukan atau menyuruh melakukan dan atau turut serta melakukan, karena kesalahannya menyebabkan orang lain mati. Karena dilakukan bersama-sama dan atau lebih dari satu maka pasal tersebut mereka dakwakan. Dalam pasal 359 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana kurungan paling lama 1 tahun.

“Saksi yang ada dalam berkas perkara itu kurang lebih dari 61 orang, termasuk juga ahli yang kemudian nanti kami hadirkan setelah pemeriksaan saksi, kemudian ahli dan juga pihak kampus dalam hal ini dekan” Ujar Santo.

Adapun lima orang terdakwa yakni Adnan S. Sango alias Anan, Muh. Nur Ilyas Husain alias Ilyas, Sukril Nurjal alias Sukril, Mohammad Arya Paputungan alias Arya, dan Wiranto Y. Panana alias Wiranto.

Selanjutnya majelis hakim mengagendakan untuk sidang berikutnya ke pokok materi yakni pemeriksaan saksi-saksi yang akan dilaksanakan pada Selasa 14 Mei 2024 mendatang.

Diketahui, Hasan Saputra Marjono merupakan mahasiswa baru (maba) Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo yang meninggal saat mengikuti kegiatan pengkaderan di Desa Lompoto’o, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango sejak Kamis, 28 September 2023.

Reporter: Indah