Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONAL

Pemerintah Indonesia Belum Terapkan Program Vaksin Covid-19 Dosis 4

×

Pemerintah Indonesia Belum Terapkan Program Vaksin Covid-19 Dosis 4

Sebarkan artikel ini
Seorang pedagang menerima dosis vaksin Sinovac Biotech China untuk COVID-19 di Pasar Tanah Abang, 17 Februari 2021. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Beberapa negara sudah mulai memberikan vaksinasi dosis vaksin COVID-19 penguat atau booster kedua. Bagaimana dengan Indonesia?

Dulohupa.id – Muhammad Syahril Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) menegaskan saat ini belum menerapkan program pemberian vaksin Covid-19 booster kedua atau dosis keempat. Meskipun kasus sub varian omicron di Tanah Air mulai melonjak.

Melansir Voaindonesia.com, kata Syahril pemerintah Indonesia masih berfokus pada program peningkatan booster pertama. Walaupun beberapa rekomendasi, masukan atau harapan dari sebagian epidemiolog, orang yang berisiko tinggi berharap adanya booster kedua.

“Jadi belum memprioritaskan vaksinasi booster kedua atau dosis keempat”ungkapnya.

Ia menjelaskan juga cakupan booster pertama di Indonesia masih cukup rendah, yakni baru mencapai 25,87 persen. Padahal pemerintah menargetkan cakupan vaksinasi booster pertama setidaknya bisa mencapai 50 persen di Agustus hingga September tahun ini.

Lanjutnya memang laju vaksinasi booster pertama ini cenderung lambat jika dibandingkan dengan laju pemberian vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua. 

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut, termasuk adanya libur lebaran. Juga pengendoran protokol kesehatan di mana masyarakat sebelumnya diperbolehkan melepaskan masker di luar ruangan”jelasnya.

Sementara itu dengan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia menurut Syahril merupakan momen yang penting agar kita kembali lagi mematuhi protokol kesehatan karena masih pandemi. 

“Ada dua program yang kita akan jalankan, pertama adalah pengetatan, pendislipinan prokes baik itu masker, jaga jarak dan sebagainya karena saat ini ada kenaikan kasus. Kedua, peningkatan cakupan vaksinasi booster”pungkasnya.

Tim Redaksi