Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOEKONOMIHEADLINE

Omset Petani Tomat di Bone Bolango Naik hingga 70 Persen

×

Omset Petani Tomat di Bone Bolango Naik hingga 70 Persen

Sebarkan artikel ini
Petani Tomat
Salah satu petani tomat di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Irmanto Usman. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Meroketnya harga sejumlah rempah-rempah di Gorontalo seperti tomat, rupanya menjadi angin segar bagi kalangan petani. Kondisi ini membuat omset atau keuntungan petani tomat naik drastis hingga 70 persen.

Seperti yang dirasakan salah satu petani tomat di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Irmanto Usman. Ia mengaku cukup merasakan dampak ekonomi dari mahalnya harga tomat saat ini, dimana harga tomat kini mencapai 30 hingga 35 ribu rupiah per kilogram.

Namun, dibalik mahalnya harga tomat dan kenaikan omset yang diterima, Irmanto mengaku harus menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang terus terjadi di wilayah Gorontalo. Menurutnya, cuaca buruk cukup berdampak terhadap kondisi tanaman dan berimbas pada hasil panen.

“Jadi hasil panen ini berpengaruh di harga, kalau tomat kurang pasti harga akan naik, karena kebutuhan masyarakat terlalu banyak. Kalau hujan berlebihan tomat juga cepat busuk, untungnya kalau saya sudah lama bertani dan tau bagaimana menangani agar tanaman aman dan sehat,” Ujar Irmanto Usman.

Dengan omset yang diperoleh, Irmanto mengaku bisa mencukupi kebutuhan keluarga serta biaya penanaman kembali.

“Saya sebagai petani kemarin pernah dapat harga 5 ribu rupiah per 7 kilogram, kalau kita hitung perkilonya hanya 800 rupiah dan tentu kami petani saat itu rugi. Apa yang kita panen tidak sebanding dengan ongkos yang kita keluarkan. Jadi saat ini dengan adanya harga mahal maka yang kemarin kita rugi diganti dengan hari ini,” Tutur Irmanto.

Lebih lanjut, Irmanto juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga tomat karena banyak petani yang beralih ke komoditas lain seperti tanaman nilam yang harganya cukup menjanhikan. Hal ini pun berimbas berkurang nya luas lahan petani tomat dan mengakibatkan menurunya jumlah produksi hasil pertanian tomat di Gorontalo.

Redaksi