Scroll Untuk Lanjut Membaca
POHUWATO

Nasir Giasi Optimis Desa Taluduyunu Bisa Juarai Lomba Desa Tingkat Provinsi

×

Nasir Giasi Optimis Desa Taluduyunu Bisa Juarai Lomba Desa Tingkat Provinsi

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato, Nasir Giasi saat menghadiri penilaian lomba desa tingkat Provinsi Gorontalo, di Desa Taluduyunu/Hendrik Gani

Dulohupa.id – Nasir Giasi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato optimis bahwa Desa Taluduyunu akan keluar sebagai juara dalam lomba desa tingkat provinsi dan mewakili Gorontalo di tingkat Nasional.

Dirinya mengaku, selama kurang lebih hampir 20 tahun Kabupaten Pohuwato berdiri, belum ada satu desa pun yang menjadi juara dalam lomba desa tingkat Provinsi Gorontalo, apalagi mewakili Gorontalo di tingkat Nasional.

“Seumur Pohuwato sudah hampir 20 tahun pak Kadis (Kepala Dinas), tidak pernah kami menjadi juara, kita tidak ingin disalahkan oleh sejarah, dan kami tahu pak Kadis adalah pelaku sejarah, kami tidak berharap banyak, kami tidak ingin menekan para tim penilaian, inilah kami apa adanya,” ujar Nasir Giasi, Rabu (8/5/2022)

Selain itu, Nasir Giasi juga mengaku, pemilihan Desa Taluduyunu sebagai wakil Pohuwato pada lomba desa tingkat provinsi ini adalah pilihan yang tepat.

“Tidak berlebihan ibu Kadis dan ibu Wakil Bupati menetapkan Desa Taluduyunu sebagai perwakilan Pohuwato,” sambungnya.

Nasir Giasi juga mengaku, Kepala Desa Taluduyunu adalah salah satu kepala desa yang mampu melobi apa yang dia inginkan demi kesejahteraan masyarakat nya. Hal itu kata Nasir terbukti saat pemerintah daerah diundang oleh Kementerian Kominfo.

“Saya pun dengan pak Bupati kaget, gara-gara kepala desa ini kami diundang Kementerian Kominfo, diundang kepala desa untuk memaparkan progres di hadapan pak Dirjen untuk kerjasama internet desa dapat dikelola oleh Bumdes Desa Taluduyunu, itu sangat membanggakan,” tandasnya.

Tak hanya itu, kepala desa ini kata Nasir, ia mampu meyakinkan dana CSR stasiun televisi Nasional untuk membangun jembatan gantung yang ada di desa itu, sebab jika mengharapkan APBDes untuk membangun jembatan gantung tersebut cukup besar, dan tidak akan mampu mengcover untuk program-program lainnya.

“Harusnya ayahanda seperti ini, pengemis-pengemis anggaran, karena jika mengandalkan APBDes, itu tidak akan bisa mengcover program-program lain. Jembatan gantung yang saya dan pak Bupati resmikan itu, bila diambil dari anggaran APBDes itu bisa mencapai Rp.4 sampai 5 miliar, dan ayahanda mampu meyakinkan SCTV untuk membangun jembatan tersebut,”ujar Nasir Giasi.

Selain itu memang saat ini ruas jalan poros yang berada di Desa Taluduyunu masih dalam keadaan rusak, namun kata Nasir Giasi, perbaikan jalan tersebut sebetulnya sudah dianggarkan Rp.6,2 miliar, namun pilihan itu tidak diambil Kepala Desa Taluduyunu, sebab dirinya lebih memilih perbaikan jalan menuju ke pertanian.

“Mungkin bapak/ibu sekalian masuk jalan di Taluduyunu rusak, sebenarnya pak Bupati dengan saya sudah menganggarkan tahun ini, ada Rp. 6,2 miliar, tapi lagi-lagi ayahanda, ada dua jalan yang menjadi pilihan yang harus kita kerjakan, jalan poros masuk kampung dan jalan akses menuju ke pertanian, dan ayahanda memilih akses jalan menuju ke pertanian, Alhamdulillah tahun ini akan di bangun untuk infeksi pertanian di Taluduyunu. Dan insyaallah, saya bersama pak Bupati, ibu Wabup, kita akan menjamin di tahun 2023 pengaspalan jalan poros Taluduyunu sampai ke Tahele,” imbuhnya. (Adv)

Reporter: Hendrik Gani