Dulohupa.id – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo mencatat hasil manis dari program pembinaan kemandirian. Rabu 9/9/2026, lapas tersebut melakukan panen pertama komoditas dari rumah kaca atau greenhouse yang dikelola warga binaan.
Hanya dalam kurun 25 hari, sejumlah komoditas seperti selada, timun, hingga melon berhasil dipanen dengan kualitas yang masuk kelas premium.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Junaidi Rison bersama pengurus Dharma Wanita Persatuan Lapas.
Dukung Ketahanan Pangan dan Bekal Keterampilan
Junaidi Rison menyebut program ini sejalan dengan arahan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan.
“Ini panen perdana dari kegiatan warga binaan Lapas Gorontalo untuk mendukung ketahanan pangan. Meski masa tanamnya kurang dari sebulan, hasilnya sangat memuaskan dan masuk kategori premium,” ungkap Junaidi saat meninjau lokasi panen.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan pangan, program ini juga dirancang sebagai bekal ekonomi bagi warga binaan. Sekitar 20% dari total panen akan dipasarkan ke vendor penyedia makanan di dalam lapas.
Transfer Ilmu Antar WBP
Pola pembinaannya, kata Junaidi, mengedepankan pembagian ilmu. Lapas memberdayakan warga binaan yang sebelumnya punya latar belakang pertanian untuk menjadi mentor bagi WBP lainnya.
“Kami manfaatkan keterampilan yang sudah ada di sebagian warga binaan untuk ditularkan. Tujuannya agar saat bebas nanti mereka punya bekal usaha dan bisa menopang ekonomi keluarga,” jelasnya.
Rencana Jadi Agrowisata EdukasiKeberhasilan ini membuat Lapas Kelas IIA Gorontalo berencana mengembangkan area depan lapas menjadi kawasan agrowisata berbasis edukasi. Lahan kosong itu nantinya akan diisi berbagai tanaman hortikultura. Selain memperluas sarana pembinaan, area ini juga akan dibuka sebagai destinasi wisata terbatas.
Reporter: Apin











