Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINE

Musim Ikan Nike di Gorontalo, Cuaca Berombak Halangi Nelayan Melaut

×

Musim Ikan Nike di Gorontalo, Cuaca Berombak Halangi Nelayan Melaut

Sebarkan artikel ini
Ikan Nike Gorontalo
Situasi saat para nelayan musiman turun melaut mencari ikan Nike di pesisir pantai Kota Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.idIkan Nike adalah sebutan khas Gorontalo untuk sekumpulan larva atau ikan muda dari famili Gobiidae (ikan goby) berukuran sangat kecil (sekitar 5 cm) yang bermigrasi dari laut ke muara sungai. Kemunculannya bersifat musiman, tidak setiap hari, dan biasanya muncul dalam periode tertentu setiap bulan.

Kini musim itu tiba. Para nelayan berbondong-bondong memanfaatkan momen ini. Namun, cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.

Saat ditemui di pesisir Pantai Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, salah satu nelayan musiman penangkap ikan Nike, Feryanto Abas, mengaku jika cuaca memburuk, mereka terpaksa tidak bisa melaut.

“Biasanya saat musim angin tenggara, kami memang tidak bisa melaut karena ombak besar dan arus kuat kemudian berangin. Tapi untuk saat ini, kami masih bisa turun asalkan angin dan ombak masih dalam batas wajar,” ujar Feryanto, warga Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, kepada awak media pada Senin sore (7/9/2026).

“Kadang, jika cuaca buruk, kami baru turun melaut pada tengah malam setelah kondisi membaik,” tambahnya.

Feryanto menjelaskan, cuaca buruk sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan mereka.

“Sangat berdampak pada hasil tangkapan. Kadang hasilnya hanya cukup untuk menutup biaya operasional, namun di waktu lain bisa saja mendapat hasil yang melimpah,” jelasnya.

Bagi Feryanto, menjadi nelayan musiman penangkap ikan Nike sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan harian keluarga. Meski masa kemunculannya hanya singkat sekitar satu minggu hingga paling lama sembilan hari, hal itu sangat disyukuri.

“Jadi ikan Nike hanya muncul di lokasi penangkapan ini sekitar seminggu, paling lama sembilan hari. Alhamdulillah, itu sudah cukup kami syukuri,” ujarnya.

Untuk menangkap ikan ini, para nelayan bekerja dalam kelompok yang terdiri dari empat hingga sepuluh orang per perahu. Mereka biasanya melaut pada sore hari atau menjelang waktu salat Magrib.

“Jarak dari pesisir ke lokasi penangkapan sekitar satu kilometer. Kami berangkat menjelang Magrib, karena ikan Nike biasanya muncul di waktu tersebut,” ungkapnya.

Untuk menangkap ikan berukuran sangat kecil ini, nelayan menggunakan jaring berukuran khusus serta peralatan lain seperti kompresor, mesin perahu, dan generator. Peralatan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit. Itulah sebabnya cuaca buruk sangat berdampak langsung terhadap pendapatan para nelayan musiman ini.

Reporter: Yayan