Untuk Indonesia

Keluarga Pengeroyok TNI Tuntut Dandim Gorontalo

Dulohupa.id- Sejumlah keluarga pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI beberapa waktu lalu, menggelar aksi protes di depan Polres Gorontalo Kota, Kamis (4/2) siang tadi.

Keluarga pelaku yang mengklaim diri dari Aliansi Masyarakat Kelurahan Tenda ini menuntut Dandim Gorontalo untuk bertanggung jawab, atas perlakuan aparatnya dalam menangani kasus pengeroyokan tersebut. Keluarga pelaku ini merasa bahwa perlakuan aparat terhadap para pelaku sudah tidak manusiawi.

Dalam mendukung aksinya tersebut, para keluarga korban ini membawa foto kondisi para pelaku pengeroyokan setelah diamankan oleh aparat TNI. Foto-foto itu dicetak pada spanduk dan dibentangkan di depan Polres Gorontalo Kota.

Baca Juga:  Hari ke-2 Operasi Patuh Otanaha, Banyak Masyarakat Tak Punya SIM dan Pakai Masker

“Aliansi masyarakat Kelurahan Tenda menuntut pertanggungjawaban Dandim Gorontalo atas pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh aparat TNI kepada masyarakat sipil,” demikian tuntutan yang tertulis dalam salah satu spanduk yang dibawa pendemo.

Sementara itu, Ningsi yang merupakan Istri dari Rinto dalam orasinya menutut keadilan atas perbuatan yang telah dilakukan oleh aparat TNI kepada suaminya tersebut. Menurutnya, kondisi anggota TNI yang dikeroyok, berbeda dengan kondisi yang dialami oleh suaminya. Rinto sendiri diguga adalah salah satu aktor utama dalam aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI tersebut. Saat ini, ia telah ditahan di Mapolda Gorontalo.

Baca Juga:  Polda Gorontalo Minta Masyarakat Beri Prioritas ke Tujuh Kendaraan Ini di jalanan

Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Gorontalo Kota mengugnkapkan, bahwa jika ada pihak yang merasa dirugikan, maka dipersilahkan untuk membuat surat dan ditujukan ke instansi terkait. Apalagi, kasus ini sendiri sementara dalam proses penyidikan pihak TNI Polri.

Sebelumnya, pada Senin (1/2) dini hari, terjadi pengeroyokan oleh sejumah preman terhadap seorang anggota TNI di salah satu hiburan malam di Kota Gorontalo. Akibat peristiwa tersebut, anggota TNI bernama Miftahul Ikhsan itu harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius.

Reporter: Mega

Comments are closed.