Dulohupa.id – Performa perdagangan luar negeri Provinsi Gorontalo menunjukkan lonjakan yang sangat signifikan pada bulan Juni 2026. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo yag dirilis pada Senin (03/08/2026) mencatat nilai ekspor provinsi ini mencapai US$8,90 juta, meningkat tajam sebesar 104,34 persen dibandingkan capaian bulan sebelumnya pada Mei 2026 yang tercatat sebesar US$4,36 juta.
Peningkatan nilai ekspor ini didorong oleh pengiriman komoditas unggulan melalui pelabuhan dan bandara di wilayah tersebut. Pada Juni 2026, ekspor komoditas utama berupa Kayu/Barang Kayu (HS 44) senilai US$5,76 juta yang dikirim ke Jepang dan Korea Selatan, serta Ampas/Sisa Industri/Kopra (HS 23) yang dipasarkan ke India.
Berdasarkan data BPS, ekspor Provinsi Gorontalo terjadi peningkatan di berbagai wilayah pasar. Kawasan Uni Eropa dan Negara Utama Lainnya menjadi penyumbang terbesar. Jepang menjadi tujuan ekspor dengan peran terbesar, menyumbang 46,32 persen dari total ekspor, dengan nilai yang naik 4,13 persen dibanding bulan sebelumnya, mencapai US$1,53 juta.
Korea Selatan menjadi pasar baru yang cukup besar, menyerap ekspor senilai US$3,35 juta atau berkontribusi 10,25 persen terhadap total ekspor bulan ini. Sementara itu, India juga menunjukkan kenaikan pengiriman sebesar 28,47 persen dibanding Mei 2026, dengan peran sebesar 4,02 persen terhadap total ekspor.
Dari pasar ASEAN, ekspor ke Malaysia melonjak 324,31 persen, ke Singapura naik 190,89 persen, meski ekspor ke Thailand turun 77,35 persen dibanding bulan sebelumnya. Secara keseluruhan, kontribusi ASEAN masih relatif kecil dibandingkan pasar lain.
Untuk pasar Eropa, ekspor ke Belanda naik 87,02 persen, Polandia naik 116,76 persen, serta Uni Eropa lainnya meningkat 178,31 persen. Sebaliknya, ekspor ke Jerman turun 15,01 persen dan ke Inggris turun 44,05 persen. Ekspor ke Rusia juga mengalami penurunan sebesar 12,76 persen, sementara ke Tiongkok turun tajam hingga 63,64 persen.
Secara kumulatif, selama periode Januari–Juni 2026, nilai ekspor Gorontalo mencapai US$40,91 juta, sedikit tumbuh 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat US$40,61 juta.
Peningkatan nilai ekspor ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah. Pemerintah Provinsi Gorontalo diharapkan terus mempertahankan momentum ini, sekaligus memperluas pasar dan memperbanyak jenis komoditas ekspor agar kinerja perdagangan luar negeri semakin kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, untuk nilai impor BPS mencatat terjadinya penurunan yang cukup tajam. Dari data, nilai impor provinsi ini tercatat sebesar US$1,04 juta, turun 77,45 persen dibandingkan capaian bulan sebelumnya, Mei 2026 yang mencapai US$4,61 juta.
Berdasarkan asal negara barang, Tiongkok menjadi satu-satunya sumber impor Gorontalo pada bulan ini dengan nilai US$1,04 juta, yang menyumbang 100 persen dari total nilai impor. Sementara itu, tidak ada nilai impor yang tercatat dari negara lain seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, India, maupun Australia. Secara kumulatif Januari–Juni 2026, nilai impor mencapai US$6,33 juta, naik sangat signifikan sebesar 797,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara tahunan, kinerja perdagangan provinsi ini terus memperlihatkan kelebihan ekspor dibanding impor, yang menjadi indikasi kuatnya daya saing produk daerah di pasar luar negeri. Pemerintah diharapkan menjaga kestabilan ini sekaligus memantau kebutuhan bahan baku industri yang didatangkan dari luar negeri agar tidak menghambat aktivitas ekonomi lokal.
Reporter: Yayan











