Dulohupa.id – Aksi demontrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkait lingkungan yang digelar di Polres Pohuwato berakhir ricuh. Kericuhan ini membuat salah satu mahasiswa alami luka bakar dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato, Senin (21/7/2025).
Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh HMI cabang Pohuwato itu membawa sejumlah tuntutan yaitu, mendesak Kapolres Pohuwato menghentikan seluruh aktivitas tambang ilegal di kawasan hulu dan tambak ilegal di kawasan hilir wilayah Kabupaten Pohuwato
Massa aksi juga mendesak Polres Pohuwato menindak tegas pelaku, pemodal, dan penyuplai jaringan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan tambak ilegal di wilayah hukum Pohuwato sebagaimana diatur dalam UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pada saat melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Polres Pohuwato, massa aksi kemudian membakar ban, hal itu membuat sejumlah anggota pengamanan yang berjaga berusaha memadamkan api. Bahkan Aksi dorong antara massa aksi dan anggota kepolisian pun tak bisa terhindarkan.
“Kami telah melakukan aksi demo di sejumlah titik, yaitu di simpang empat jalan blok plan Marisa, kantor Bupati Pohuwato, kantor DPRD, dan terakhir di kantor Polres Pohuwato. Saat menggelar aksi di Polres Pohuwato kami membakar ban, setelah ban terbakar dan apinya mulai membesar ada sejumlah anggota Polisi yang ingin memadamkan api tersebut, kemudian massa aksi menghalangi. Aksi dorong kami dengan anggota Polisi pun terjadi,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap), Fikri Papempang.

Di tengah kericuhan, salah satu anggota polisi diduga menendang ban terbakar ke arah massa aksi yang menyebabkan salah satu mahasiswa terkena percikan api. Ia mengalami luka bakar di tangan dan kaki.
“Ada yang menendang ban yang sementara terbakar ke arah adik-adik kami. Sehingga ban yang terbakar itu mengenai badanya. Ada sejumlah luka dan terasa panas di beberapa bagian tubuhnya. Kemudian kami evakuasi dan dijauhkan dari lokasi unjuk rasa,” ungkapnya.
Saat ino kata Fikri, salah satu massa aksi telah dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua untuk melakukan penanganan medis.
“Saat ini adik kader kami telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, karena rasa panas dan ada beberapa luka di bagian tubuhnya,” tandasnya.
Reporter: Hendrik Gani











