Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOPEMPROV GORONTALO

Diskumperindag Gorontalo Dorong Koperasi Petani Sawit jadi Penggerak Ekonomi tanpa Tengkulak

×

Diskumperindag Gorontalo Dorong Koperasi Petani Sawit jadi Penggerak Ekonomi tanpa Tengkulak

Sebarkan artikel ini
Koperasi Sawit Gorontalo
Kepala Dinas Kumperindag, Fayzal Lamakaraka saat memberikan sambutan dalam kegiatan pembentukan Petani Mandiri Nusantara” yang diprakarsai oleh para petani sawit mandiri se-Provinsi Gorontalo. Foto: Yuyun/Diskumperindag

Dulohupa.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) mendorong pembentukan koperasi petani memperkuat kelembagaan dan jadi penggerak ekonomi petani. Salah satunya yang didorong kehadiran Koperasi “Petani Mandiri Nusantara” yang diprakarsai oleh para petani sawit mandiri se-Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, mengatakan koperasi mean badan usaha yang beranggotakan orang-seorang maupun badan hukum koperasi. Pembentukannya harus dilandasi kesamaan kepentingan ekonomi dan kebutuhan bersama.

“Pembentukan koperasi harus dilakukan secara sadar dan sukarela dengan berpedoman pada prinsip-prinsip koperasi,” kata Fayzal, Senin (24/8/2026).

Menurut Fayzal, koperasi yang dibentuk oleh para petani sawit tersebut memiliki tujuan strategis, terutama dalam mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak. Dengan kelembagaan koperasi, petani diharapkan dapat mengelola kepentingan ekonomi secara lebih terorganisasi.

Ia menjelaskan, koperasi dapat menjadi wadah bersama untuk meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai perdagangan. Selain itu, anggota koperasi berpeluang memperoleh harga hasil produksi yang lebih baik serta mendapatkan akses terhadap sarana produksi dan pembiayaan secara legal dan transparan.

“Koperasi ini diharapkan menjadi wadah bersama bagi para petani untuk memperkuat posisi tawar, memperoleh harga yang lebih baik, serta mengakses sarana produksi dan pembiayaan secara legal dan transparan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi, Farhwun Basyrewan, mengapresiasi inisiatif masyarakat, khususnya petani sawit mandiri, petani jagung, dan petani kelapa yang mulai melihat koperasi sebagai wadah untuk menjawab kebutuhan ekonomi bersama.

Ia mengatakan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo terus mendorong lahirnya koperasi-koperasi baru yang tidak hanya memiliki legalitas, tetapi juga sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Yang terpenting, koperasi yang dibentuk harus benar-benar mampu bertahan dan berkembang serta memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” ujarnya.

Farhwun menambahkan, keberadaan koperasi tidak cukup hanya sebatas pembentukan kelembagaan. Pengelolaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan menjadi faktor penting agar koperasi mampu berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi anggotanya.

Pembentukan Koperasi “Petani Mandiri Nusantara” pun diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kelembagaan ekonomi petani sawit di Gorontalo.

Dengan adanya koperasi, petani diharapkan memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam pemasaran hasil perkebunan. Di sisi lain, akses terhadap sarana produksi dan pembiayaan juga diharapkan menjadi lebih mudah, legal, dan transparan sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.