Dulohupa.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo merilis tiga penyebab utama yang sering memicu kebakaran hutan dan lahan. Fenomena ini kian mengkhawatirkan seiring dengan memuncaknya musim kemarau yang memperparah kekeringan.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi Gorontalo, Moh Tahir Laendeng mengungkapkan bahwa dari data pantauan yang ada kurang lebih telah ada ratusan titik kejadian hingga saat ini.
“Sesuai dengan informasi titik panas dari BMKG itu hampir rata-rata dua puluhan titik panas setiap hari. Jadi kalau kita totalkan dari sejak bulan Juli ke Agustus itu sudah kurang lebih seratusan titik api yang terjadi memang kebakaran,” ujar Tahir kepada awak media pada Senin (24/08/2026).
Lebih lanjut jelas Tahir bahwa berdasarkan data pemantauan di lapangan, ada tiga faktor dominan yang menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang terus berulang.
“Jadi masih rata-rata diakibatkan oleh adanya pembukaan lahan secara membakar,” jelasnya.
Selain itu, akibat yang disebabkan masyarakat seperti membuang putung rokok sembarangan turut menjadi salah satu soal dari masalah ini.
“Dan kemudian ada kesalahan dari pihak masyarakat membuang puntun rokok di sembaran tempat. Terutama daerah-daerah yang mengalami kekeringan, diantaranya pepohonan bulu misalnya ketika ada yang membuang puntun rokok itu bisa memicu api,” ucap Tahir.
“Kemudian yang ditambah lagi ada penyebabnya dari kebakaran membakar sampah. Membakar sampah ini juga bisa menyebabkan kebakaran lahan, apalagi tidak diawasi,” sambungnya.
Dari ketiga penyebab utama ini, menurut Tahir membuka lahan dengan cara membakar menjadi penyebab paling banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan.
“Nah yang paling banyak adalah pembukaan lahan secara membakar. Ini yang paling banyak terjadi,” tegasnya.
“Jadi kalau kita kalkulasi ya sudah puluhan hektare yang terbakar khususnya lahan yang ada di Provinsi Gorontalo,” lanjut Tahir.
Sementara untuk wilayah yang sering mengalami kebakaran hutan dan lahan kata Tahir terjadi di Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo. Seperti di Kabupaten Bone Bolango dari data terakhir, kurang lebih telah ada 50 kali kejadian kebakaran
“Kurang lebih yang dikirim oleh Bone Bolango itu 50 kali kejadian kebakaran, sampai hari ini,” tandasnya.
“Nah di Kabupaten Gorontalo sendiri yang paling sering terjadi itu adalah di wilayah sepanjang GORR. Itu karena mungkin daerahnya agak kering, kemudian masyarakatnya membuka lahan secara membakar. Sehingga ini sering terjadi kebakaran di wilayah ini, dan Bone Bolango juga demikian. Kira itu yang paling banyak terjadi,” tutup Tahir.
Reporter: Yayan











