Dulohupa.id – Musim kemarau yang telah berlangsung selama tiga bulan di Provinsi Gorontalo memicu kekeringan yang meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menyatakan empat kabupaten telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan akibat krisis air bersih yang semakin mendesak.
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng mengatakan bahwa keempat kabupaten tersebut adalah Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, dan Kabupaten Boalemo.
Kata Tahir, sejak Juni 2026 curah hujan di wilayah Gorontalo nyaris nihil, membuat sumur dan sumber air warga mengering.
“Mulai bulan Juni sampai hari ini masih belum ada hujan. Ini berdampak kepada seluruh daerah terutama kekurangan air bersih dan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Tahir kepada awak media pada Senin (24/08/2026).
“Yang paling banyak terjadi yang kita lakukan pelayanan sekarang adalah kekurangan air bersih, sudah ada 4 kabupaten yang menyatakan siaga darurat,” lanjutnya.
Dari empat wilayah ini menurut Tahir, Kabupaten Bone Bolango menjadi daerah terparah terdampak kemarau tahun ini.
“Kemudian kabupaten yang terparah itu adalah Bone Bolango ini ada sekitar 7 kecamatan yang terdampak. Kemudian rata-rata ini kekurangan air bersih dan tingkat kebakarannya cukup tinggi,” jelasnya.
Akibatnya, belasan ribu jiwa masyarakat Gorontalo terdampak disebabkan musim kemarau kali ini.
“Kurang lebih 16 ribu jiwa yang terdampak kekeringan dari 4 kabupaten ini, karena terakhir masuk laporan dari Boalemo itu ada sekitar 3 kecamatan yang juga terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Selain itu, dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah menetapkan status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk seluruh wilayah Gorontalo hingga akhir Agustus 2026.
BPBD turut memberikan imbauan agar seluruh masyarakat untuk bisa bijak dalam menggunakan air bersih dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan, mengingat kondisi vegetasi yang sangat kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berupaya memperluas jangkauan distribusi air bersih serta mencari sumber air alternatif guna meringankan beban masyarakat hingga musim hujan tiba.
Reporter: Yayan











