Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Warga Binaan di Tiga Lapas Gorontalo Ikut Perkajum, Wadah Pembinaan Karakter

×

Warga Binaan di Tiga Lapas Gorontalo Ikut Perkajum, Wadah Pembinaan Karakter

Sebarkan artikel ini
Lapas Gorontalo
Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo menggelar Perkembangan Kamis Jumat (Perkajum) yang melibatkan warga binaan dari satuan pemasyarakatan lain, yakni Lapas Kelas IIA Gorontalo dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gorontalo, pada Kamis (06/08/2026). Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Jika kita mendengar kata perkemahan pramuka, mungkin yang terlintas biasanya soal tenda, api unggun, tali-temali, atau bahkan anak-anak sekolah yang sibuk menghafal Dasa Dharma. Tapi di Gorontalo, suasana itu justru hadir di balik tembok lembaga pemasyarakatan.

Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo menggelar Perkembangan Kamis Jumat (Perkajum) yang melibatkan warga binaan dari satuan pemasyarakatan lain, yakni Lapas Kelas IIA Gorontalo dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Gorontalo, pada Kamis (06/08/2026).

Usai pembukaan upacara Perkajum, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Gorontalo, Bambang Haryanto mengatakan bahwa kegiatan kepramukaan ini bukan sekadar agenda seremonial.

“Perkajum ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang diberikan kepada warga binaan, melengkapi pembinaan kemandirian yang selama ini juga berjalan di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Bambang kepada awak media.

Menurutnya kegiatan semacam ini diharapkan bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Tak lain sebagai bekal yang diperoleh warga binaan selama menjalani masa pidana serta diharapkan bisa tetap melekat ketika mereka kembali hidup di tengah masyarakat.

“Harapan kami kegiatan ini bisa terus berlanjut sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan saat mereka kembali ke masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Elang Kartini turut menjelaskan bahwa Perkajum tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan khas pramuka, melainkan juga peserta mendapat pembelajaran dari PKBM Lestari sebagai narasumber, serta layanan perpustakaan keliling yang didukung oleh pemerintah daerah tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kepribadian di lapas tidak berhenti pada kegiatan di dalam ruangan, tetapi juga dikemas dengan pendekatan yang lebih menyenangkan sekaligus membangun karakter,” jelas Kartini.

Penampilan warga binaan saat upacara pembukaan pun mencuri perhatian. Atraksi yang mereka tampilkan ternyata bukan hasil latihan dadakan.

Kartini mengungkapkan, seluruh peserta telah menjalani latihan intensif selama sekitar tiga pekan bersama para pembina dari Kwartir Kabupaten.

“Setiap hari mereka ini latihan hingga akhirnya dipercaya menjadi petugas upacara sekaligus menampilkan atraksi pada pembukaan Perkajum ini,” pungkasnya.

Reporter: Yayan