Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOHEADLINEPERISTIWA

Keluarga Mahasiswa Meninggal saat Pengkaderan Datangi Kejari Bone Bolango

×

Keluarga Mahasiswa Meninggal saat Pengkaderan Datangi Kejari Bone Bolango

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Meninggal
Kuasa hukum bersama keluarga korban saat mendatangi Kejaksaan Bone Bolango. Foto/Ist

Dulohupa.id – Kuasa Hukum bersama keluarga mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang meninggal saat mengikuti pengkaderan mendatangi Kejaksaan Negeri Bone Bolango, Jumat (24/11/2023).

Hasnia selaku kuasa Hukum keluarga korban, mengatakan bahwa kedatangannha ke Kejaksaan untuk melakukan koordinasi terkait penegakan hukum kasus kematian Hasan Saputra yang meninggal saat mengikuti pengkaderan pada awal Bulan Oktober 2023 lalu.

“Jadi kami koordinasi terkait bagiamana nantinya ketika berkas perkara sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Kami minta nantinya agar kasus ini cepat diproses dan mengajak Kejari Bone Bolango untuk terus berkoordinasi. Karena kami menilai bahwa Kejaksaan akan menjadi ujung tombak penentuan keadilan yang ada di penuntutan nanti,” Ujar Kuasa Hukum.

Baca Juga: 

Mahasiswa Tewas, Rektorat IAIN Gorontalo Ancam BBeri Sanksi Panitia PengkaderanPengkaderan

Dua Penambang Emas di Gorontalo Tewas Tertimpa Pohon

Tak hanya itu, kedatangannya di Kejari Bone Bolango juga untuk menyampaikan permintaan agar semua pihak yang harus bertanggungjawab dalam kasus tersebut tidak akan luput dari penuntutan. Dimana, apa yang menjadi muatan dalam penuntutan nanti dianggap akan memberikan keadilan pada keluarga korban.

“Cuman memang hingga sejauh ini berkas masih ditingkat penyidik kepolisian polres Bone Bolango. Tapi kedatangan kami turut disambut baik oleh pihak Kejaksaan, kami juga minta kepada Kejari untuk dapat transparansi dalam melakukan penuntutan dan terus mengkomunikasikan segala sesuatu kepada pihak keluarga korban,” Ujar Hasnia.

Dirinya berharap apa yang telah disampaikan kepada pihak Kejaksaan Negeri Bone Bolango dapat direalisasikan dan mewujudkan keadilan terkait kasus kematian Hasan Saputra setelah berkas perkara masuk ke pihak Kejari.

Selain itu, Hasnia juga meminta agar pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti kasus mahasiswa IAIN Gorontalo yang dinilai meninggal secara janggal tersebut. Bahkan ia mengatakan bahwa hingga saat ini, keluarga belum menerima hasil Ekshumasi (Pembongkaran Makam almarhum untuk dilakukan autopsi) yang dilakukan oleh pihak kepolisian sebelumnya.

“Kami sudah sampaikan jika hasilnya sudah ada, agar dapat dikoordinasikan dengan pihak keluarga korban. Intinya kami minta agar kepolisian mempercepat proses hukum yang ada. Ini kan sudah lama, dan ini bergantung pada hasil ekshumasi sebelum melakukan penetapan tersangka. Bahkan sejauh ini kami menilai masih banyak hal yang belum ditindaki oleh penyidik,” Tandasnya.

Reporter: Kris